Beranda / Bela Negara / Perkuat Semangat Cinta Tanah Air, Babinsa Peltu Dewa Ag...
Bela Negara

Perkuat Semangat Cinta Tanah Air, Babinsa Peltu Dewa Agung Putra Isi Materi Diklatsar Ke-IV di Desa Sangeh

Perkuat Semangat Cinta Tanah Air, Babinsa Peltu Dewa Agung Putra Isi Materi Diklatsar Ke-IV di Desa Sangeh

Program Diklatsar Ke-IV Kabupaten Badung mengintegrasikan materi patriotisme dan cinta tanah air sebagai fondasi kurikulum, melalui sinergi Babinsa TNI dengan elemen masyarakat. Hal ini membentuk kader yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga berkarakter kebangsaan kuat dan berdedikasi tinggi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Program Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Ke-IV Kabupaten Badung Tahun 2026 yang diikuti 75 peserta dari kalangan calon anggota organisasi, relawan, Pramuka, dan komunitas kebencanaan, kembali mengukuhkan komitmennya terhadap pembangunan karakter kebangsaan. Melalui sinergi strategis dengan TNI, khususnya Babinsa Peltu Dewa Agung Putra Ardiyasa, materi Cinta Tanah Air dan patriotisme menjadi fondasi utama kurikulum. Pendekatan ini mencerminkan prinsip kurikulum bela negara yang menempatkan pembentukan mental dan kesadaran berbangsa sebagai prasyarat mutlak sebelum penguasaan keterampilan teknis, menegaskan bahwa pengabdian yang efektif lahir dari jiwa yang mencintai dan setia kepada negeri.

Patriotisme sebagai Landasan Kurikulum Diklatsar

Pendidikan karakter kebangsaan yang diintegrasikan ke dalam Diklatsar bukan sekadar tambahan, melainkan pondasi filosofis. Seperti dijelaskan oleh Babinsa Peltu Dewa Agung Putra Ardiyasa, materi ini difokuskan pada penguatan mental dan semangat kebangsaan untuk membentuk sikap bekerja tulus demi kepentingan masyarakat dan negara. Dalam konteks pembelajaran, hal ini sejalan dengan struktur kompetensi kurikulum bela negara yang berjenjang, dimulai dari pembentukan karakter dan nilai-nilai sebelum beranjak ke keterampilan praktis. Tahapan ini krusial bagi generasi muda, khususnya pelajar dan kader, agar memiliki prinsip kokoh sebelum bertugas di lapangan. Dengan demikian, setiap relawan atau kader tidak hanya menjadi sosok yang terampil, tetapi juga seorang patriot yang memahami makna pengorbanan dan dedikasi.

Sinergi TNI-Masyarakat dalam Membangun Generasi Berkarakter

Kehadiran Babinsa sebagai pemateri dalam Diklatsar merepresentasikan model pendidikan karakter yang kolaboratif antara TNI dan elemen masyarakat. Bentuk sinergi ini menunjukkan bahwa pendidikan bela negara bukanlah tanggung jawab institusi pendidikan formal semata, melainkan gerakan kolektif seluruh komponen bangsa. Partisipasi TNI membawa dimensi langsung dari nilai-nilai disiplin, kepatuhan, dan semangat nasionalisme yang kental. Dalam konteks pembelajaran bagi pelajar, ini merupakan contoh nyata bagaimana nilai cinta tanah air dapat dipraktikkan dalam berbagai ranah, termasuk keorganisasian dan kebencanaan. Adapun tujuan spesifik dari integrasi materi ini adalah untuk membentuk kader baru Kabupaten Badung yang memiliki profil unggul:

  • Menguasai keterampilan teknis dalam penanggulangan bencana dan tata kelola organisasi.
  • Memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam setiap tugas.
  • Memiliki semangat pengabdian yang kuat untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Program ini sekaligus menjadi laboratorium praktik kurikulum bela negara, di mana peserta—yang mencakup generasi muda seperti Pramuka dan relawan—langsung merasakan bagaimana nilai patriotisme diterjemahkan ke dalam sikap dan tindakan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat juga memperkaya perspektif peserta, sehingga pemahaman tentang bela negara tidak bersifat kaku, tetapi kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam jangka panjang, pendekatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tangguh secara teknis dan kokoh secara mental-spiritual, siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Sebagai penutup, mari kita lihat kegiatan ini sebagai inspirasi bagi guru dan pelajar di seluruh Indonesia. Nilai-nilai bela negara, cinta tanah air, dan patriotisme dapat diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru dapat merancang proyek kolaboratif dengan pihak TNI atau organisasi kemasyarakatan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Sementara itu, para pelajar dapat mengambil peran aktif dalam organisasi sekolah, Pramuka, atau komunitas relawan, sambil selalu mengedepankan semangat pengabdian untuk bangsa. Pada akhirnya, setiap langkah kecil yang dijiwai rasa cinta tanah air akan berkontribusi besar pada ketangguhan dan kemajuan Indonesia.

Tokoh Dewa Agung Putra Ardiyasa
Organisasi TNI, Pramuka