Beranda / Nasional / Polri dan Kemendikbudristek Sinergi Kampanye Anti-Radik...
Nasional

Polri dan Kemendikbudristek Sinergi Kampanye Anti-Radikalisme di Sekolah

Polri dan Kemendikbudristek Sinergi Kampanye Anti-Radikalisme di Sekolah

Polri dan Kemendikbudristek meluncurkan kampanye 'Sekolah Damai, Indonesia Kuat' untuk membentengi pelajar SMP/SMA dari radikalisme dan intoleransi. Program ini menerapkan pendekatan preventif melalui materi literasi digital, toleransi, dan pelatihan guru sebagai fasilitator dialog. Dengan sinergi tersebut, sekolah diharapkan menjadi benteng utama dalam bela negara non-fisik dan menumbuhkan generasi yang cinta tanah air.

Kepolisian Negara RI (Polri) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Sekolah Damai, Indonesia Kuat" yang menyasar pelajar SMP dan SMA di delapan provinsi. Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata dalam upaya bela negara non-fisik, dengan fokus membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan intoleransi. Langkah ini sejalan dengan visi kurikulum kebangsaan yang menekankan pentingnya nilai toleransi, cinta tanah air, dan kesadaran akan ancaman ideologi ekstremis di lingkungan pendidikan.

Mengapa Anti-Radikalisme Menjadi Bagian Penting Bela Negara di Sekolah?

Radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius terhadap keutuhan bangsa. Dalam konteks bela negara, kemampuan setiap warga negara untuk menangkal paham ekstremisme adalah bentuk partisipasi aktif menjaga kedaulatan ideologi Pancasila. Kampanye ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang:

  • Bahaya radikalisme: Bagaimana paham ekstremis dapat memecah belah persatuan dan mengancam keamanan nasional.
  • Cara mengenali hoaks: Literasi digital sebagai senjata utama melawan propaganda radikal yang sering menyebar di media sosial.
  • Pentingnya menghargai perbedaan: Sikap toleransi sebagai fondasi hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk Indonesia.

Materi-materi ini disusun bersama dengan psikolog pendidikan dan ulama moderat, sehingga sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa dan tetap berbasis nilai-nilai agama yang moderat.

Langkah Sinergi Polri dan Kemendikbudristek dalam Kampanye Nasional

Pelaksanaan kampanye dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan langsung aparat kepolisian sebagai fasilitator dialog di sekolah. Dalam kegiatan yang digelar di delapan provinsi, polisi memberikan materi interaktif kepada siswa, bukan sekadar ceramah satu arah. Selain itu, para guru juga dilatih menjadi fasilitator dialog di kelas agar program ini berkelanjutan. Beberapa poin penting dari sinergi ini adalah:

  • Pengembangan modul kampanye yang telah divalidasi oleh psikolog dan ulama moderat untuk menjamin kualitas materi.
  • Pelatihan khusus bagi guru agar mampu memandu diskusi kritis tentang isu-isu kebangsaan dan bahaya radikalisme.
  • Penekanan pada pencegahan dini: Kapolri menegaskan bahwa upaya pencegahan melalui pendidikan jauh lebih efektif daripada penindakan setelah terjadi radikalisasi.

Dengan pendekatan ini, lingkungan sekolah diharapkan menjadi benteng pertama melawan ekstremisme, sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang cinta damai dan berprestasi.

Kampanye "Sekolah Damai, Indonesia Kuat" bukan hanya sekadar program sosialisasi, melainkan bagian integral dari kurikulum bela negara yang harus dihayati oleh setiap pelajar. Para guru dan siswa diajak untuk tidak hanya menjadi penerima pasif informasi, tetapi juga agen perubahan di lingkungannya. Mulailah dari kelas, dari diskusi kecil tentang toleransi, hingga sikap berani menolak segala bentuk provokasi yang memecah belah. Inilah wujud nyata kontribusi kita semua dalam menjaga Indonesia yang kuat, damai, dan bersatu.

Organisasi Polri, Kemendikbudristek