Beranda / Bela Negara / PPG FKIP Ummat Gelar Kegiatan Bela Negara bagi 54 Calon...
Bela Negara

PPG FKIP Ummat Gelar Kegiatan Bela Negara bagi 54 Calon Guru di Korem 162/Wira Bhakti Mataram

PPG FKIP Ummat Gelar Kegiatan Bela Negara bagi 54 Calon Guru di Korem 162/Wira Bhakti Mataram

Program Bela Negara yang diselenggarakan FKIP Ummat bersama Korem 162/Wira Bhakti bagi 54 calon guru dirancang sebagai kurikulum holistik yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pendidik yang disiplin, nasionalis, dan berintegritas, siap menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Sinergi pendidikan-militer ini menjadi model penting dalam menyiapkan guru profesional yang berwawasan kebangsaan dan mampu mengintegrasikan semangat bela negara dalam proses pembelajaran.

Pendidikan bela negara kini semakin terintegrasi dalam kurikulum pengembangan calon guru profesional. Baru-baru ini, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) bekerja sama dengan Korem 162/Wira Bhakti Mataram menyelenggarakan kegiatan Bela Negara bagi 54 mahasiswa PPG Gelombang 1 Tahun 2026. Program ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter calon guru yang tak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang kuat dan siap menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Dalam konteks pendidikan nasional, sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pertahanan ini menandai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Bela Negara sebagai Kurikulum Wajib Calon Guru

Program Bela Negara ini dirancang sebagai komponen integral dalam kurikulum PPG dengan alokasi waktu intensif selama 12 jam pelajaran di lingkungan militer. Hal ini sesuai dengan visi pembentukan pendidik yang tak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tangguh, nasionalis, dan berintegritas. Sebagai calon guru, peserta diharapkan mampu menjadi agen pembentuk karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, toleransi, dan tanggung jawab sosial ke dalam setiap aspek pembelajaran. Tujuan pembelajaran utama dari kegiatan ini dapat dirangkum dalam beberapa poin kunci:

  • Membangun kesadaran dan komitmen terhadap bela negara dalam konteks profesi keguruan.
  • Menguatkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pendidikan.
  • Mengembangkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai seorang pendidik.
  • Melatih keterampilan kerja sama tim dan kepemimpinan melalui aktivitas fisik dan mental.
  • Mempersiapkan calon guru untuk menjadi figur inspiratif yang mampu menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik.

Tahapan Pembelajaran Holistik: dari Kognitif hingga Psikomotorik

Rangkaian pembelajaran dalam program ini dirancang secara sistematis untuk menciptakan pengalaman belajar yang holistik, menggabungkan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Tahapan pembelajaran dimulai dari orientasi dan upacara pembukaan yang menanamkan rasa hormat dan disiplin, dilanjutkan dengan materi inti Wawasan Kebangsaan serta Peraturan Militer Dasar dan Lanjutan. Pada sesi ini, para calon guru tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami implikasinya dalam konteks pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Pada siang hari, pembelajaran dialihkan ke ranah psikomotorik melalui aktivitas outbound yang mengasah keterampilan fisik, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah. Aktivitas ini dirancang untuk menguji ketangguhan mental dan fisik peserta, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan dan kolaborasi yang esensial dalam profesi keguruan. Di malam hari, para calon guru mengikuti sesi refleksi melalui api unggun dan renungan malam untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang telah dipelajari sepanjang hari. Struktur pembelajaran yang komprehensif ini memastikan bahwa nilai-nilai Bela Negara tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dihayati dan siap diterapkan dalam praktik mengajar sehari-hari.

Sinergi antara FKIP Ummat dan Korem 162/Wira Bhakti ini menjadi model konkret bagaimana lembaga pendidikan dan institusi pertahanan dapat bekerja sama dalam menyiapkan pendidik profesional yang berwawasan kebangsaan. Program ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi. Dengan demikian, para lulusan PPG tidak hanya siap mengajar mata pelajaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda Indonesia.

Untuk mengoptimalkan dampak program ini, penting bagi para calon guru yang telah mengikuti kegiatan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka kepada rekan sejawat serta peserta didik di sekolah. Guru dan pelajar dapat secara aktif berpartisipasi dalam mengembangkan program-program serupa di tingkat sekolah, seperti mengadakan kegiatan ekstrakurikuler berbasis wawasan kebangsaan, diskusi kelompok tentang nilai-nilai Pancasila, atau proyek sosial yang mencerminkan semangat cinta tanah air. Dengan demikian, semangat bela negara tidak hanya berhenti di lingkungan militer, tetapi dapat hidup dan berkembang di setiap ruang kelas dan komunitas pendidikan di seluruh negeri.