PTN di Yogyakarta Integrasikan Nilai Bela Negara ke Dalam Mata Kuliah Wajib Umum
Tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Yogyakarta—UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga—sepakat mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) mulai semester genap 2026/2027. Inisiatif kolaboratif ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan ditujukan untuk memperkuat dimensi kebangsaan dalam pendidikan tinggi. Integrasi dilakukan bukan dengan menambah mata kuliah baru, tetapi dengan memperkaya silabus mata kuliah seperti Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Agama dengan perspektif pertahanan negara yang kontekstual.
Metode integrasi dilakukan melalui beberapa pendekatan. Dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila, misalnya, silabus diperkaya dengan analisis kasus kontemporer tentang ancaman nonmiliter seperti perang siber, disinformasi, dan intoleransi, serta diskusi tentang peran mahasiswa dalam menghadapinya. Pada mata kuliah Kewarganegaraan, ditambahkan modul tentang sistem pertahanan semesta (sishankamrata) dan hak serta kewajiban warga negara dalam membela negara. Pembelajaran menggunakan metode studi kasus, diskusi panel dengan pakar militer dan pertahanan, serta proyek analisis kebijakan sederhana.
Manfaat dari integrasi kurikulum ini bersifat jangka panjang bagi mahasiswa. Pertama, mereka mendapatkan pemahaman yang holistik tentang hubungan antara kewarganegaraan, ideologi, dan pertahanan negara. Kedua, mahasiswa diajak berpikir kritis untuk mengidentifikasi dan merespons tantangan bangsa dengan cara-cara intelektual yang konstruktif, sesuai dengan bidang ilmu yang mereka tekuni. Ketiga, langkah ini mempersiapkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya kompeten secara profesional tetapi juga memiliki kesadaran dan komitmen tinggi untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui cara-cara yang sesuai dengan profesi mereka kelak.
Organisasi
UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, Kementerian Pertahanan