Dalam kerangka implementasi kurikulum bela negara yang mengedepankan pendekatan multidimensi, sivitas akademika memainkan peran strategis. Program pelatihan yang menyinergikan institusi pendidikan dengan institusi pertahanan merupakan salah satu wujud nyata pendidikan karakter kebangsaan. Seperti yang ditunjukkan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Brawijaya melalui latihan gabungan dengan personel TNI dari Kodam V/Brawijaya pada 12 Mei 2026, kontribusi dalam penanganan bencana telah ditetapkan sebagai tema sentral. Kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari bela negara dalam ranah non-militer, menegaskan bahwa ketahanan nasional dibangun pula dari kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, dalam menghadapi ancaman non-tradisional.
Membangun Kompetensi Bela Negara Melalui Tahapan Pelatihan Sistematis
Latihan yang melibatkan sekitar 300 anggota Menwa Brawijaya ini dirancang secara sistematis untuk memastikan efektivitas pembelajaran. Struktur bertahap ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan pola pikir prosedural dan kerja tim yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak sekadar berlatih, tetapi memahami 'mengapa' dan 'bagaimana' setiap langkah dilakukan dalam konteks yang lebih luas, yaitu kontribusi untuk ketahanan bangsa. Tahapan pelatihan tersebut meliputi:
- Tahap Pembekalan Teori: Fokus pada pemahaman sistem komando, koordinasi antar-lembaga, dan prosedur keselamatan standar dalam situasi bencana. Tahap ini menjadi fondasi pengetahuan sebelum terjun ke simulasi praktik.
- Tahap Simulasi Praktik: Mahasiswa mengaplikasikan teori dalam skenario realistis di Lapangan Rampal, Malang. Materi mencakup teknik evakuasi korban, pendirian tenda darurat, manajemen distribusi logistik, dan penggunaan peralatan komunikasi lapangan.
- Tahap Evaluasi Bersama: Dilakukan bersama instruktur TNI untuk menganalisis pelaksanaan simulasi, mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan. Tahap ini mengajarkan refleksi dan budaya perbaikan berkelanjutan.
Sinergi Pendidikan dan Pertahanan: Memperkuat Makna Bela Negara di Era Modern
Kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan Kodam V/Brawijaya dalam latihan ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan sebuah simbolisasi sinergi nasional. Program ini mendemonstrasikan bahwa bela negara dalam konteks kekinian memiliki spektrum yang luas, mencakup kesiapsiagaan sipil, tanggung jawab sosial, dan ketangguhan komunitas. Konsep force multiplier yang menjadi tujuan latihan menempatkan mahasiswa terlatih sebagai pengganda kekuatan nasional di garda terdepan penanganan darurat, memperkuat ketahanan daerah dan nasional. Nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, menemukan ruang aktualisasinya yang nyata dan heroik dalam konteks ini.
Manfaat yang diperoleh peserta melampaui sekadar penguasaan teknik. Mereka mengalami langsung proses pengambilan keputusan di bawah tekanan, mengasah leadership, ketangguhan fisik, dan mental. Lebih penting lagi, mereka menyadari bahwa tindakan membantu sesama dan menjaga keselamatan komunitas pada saat bencana adalah perwujudan nyata dari cinta tanah air. Pemahaman ini mengubah konsep bela negara dari sesuatu yang abstrak menjadi aksi kongkret yang bisa dilakukan oleh setiap warga negara, termasuk melalui profesi dan keahlian masing-masing.
Sebagai penutup, kisah latihan gabungan Resimen Mahasiswa Brawijaya dan TNI ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan. Bagi para guru dan pendidik, ini adalah inspirasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dan tanggung jawab sosial ke dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi, proyek komunitas, atau simulasi. Bagi para pelajar dan mahasiswa, ini adalah ajakan untuk aktif mencari dan berpartisipasi dalam kegiatan yang mengasah kemampuan, memperkuat jiwa kebersamaan, dan mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan bangsa. Mari kita terus membangun kesadaran bahwa membela negara bisa dimulai dari kesiapan kita menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan berguna bagi lingkungan sekitar.