Beranda / Aktivitas / Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Dasar Bela Negara b...
Aktivitas

Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Dasar Bela Negara bagi Mahasiswa Baru

Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Dasar Bela Negara bagi Mahasiswa Baru

Resimen Mahasiswa UGM menggelar Latihan Dasar Bela Negara bagi 500 mahasiswa baru sebagai implementasi kurikulum bela negara dan syarat kelulusan Pendidikan Kewarganegaraan. Program ini menanamkan wawasan kebangsaan, kedisiplinan, ketahanan mental, dan kesiapsiagaan bencana, sekaligus menegaskan bahwa bela negara adalah tanggung jawab seluruh mahasiswa.

Program Latihan Dasar Bela Negara (LDBN) kembali digelar oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai wujud nyata implementasi kurikulum bela negara di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Oktober 2026 ini diikuti oleh 500 mahasiswa baru dari berbagai fakultas, dan menjadi salah satu syarat kelulusan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. LDBN dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta ketahanan mental, sejalan dengan misi pendidikan nasional untuk membentuk generasi muda yang cinta tanah air dan siap membela bangsa.

Mengapa Latihan Dasar Bela Negara Penting bagi Mahasiswa?

LDBN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembelajaran terstruktur yang bertujuan menanamkan nilai-nilai bela negara secara sistematis. Melalui latihan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa cinta tanah air bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata yang dapat dilatih sejak dini. Berikut adalah tujuan dan materi utama yang disampaikan dalam latihan dasar tersebut:

  • Menumbuhkan wawasan kebangsaan: Mahasiswa mempelajari sejarah perjuangan bangsa, Pancasila, dan UUD 1945 sebagai landasan berpikir dan bertindak.
  • Meningkatkan kedisiplinan: Melalui latihan baris-berbaris (PBB), mahasiswa belajar tentang ketertiban, kepatuhan pada aturan, dan kerja sama tim.
  • Membangun ketahanan mental: Penyuluhan tentang bahaya radikalisme dan intoleransi diberikan untuk membentuk sikap kritis dan moderat.
  • Kesiapsiagaan menghadapi bencana: Simulasi penanggulangan bencana alam melatih mahasiswa untuk sigap dan tanggap dalam situasi darurat.

Setiap materi disampaikan secara teori dan praktik oleh instruktur berpengalaman dari Resimen Mahasiswa dan TNI. Dengan metode ini, mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga merasakan langsung pengalaman bela negara yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan LDBN sebagai bagian integral dari kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di UGM, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan konsep akademis dengan praktik nyata.

Bela Negara sebagai Tanggung Jawab Seluruh Mahasiswa

Acara penutupan LDBN diisi dengan upacara bendera dan penandatanganan komitmen bela negara oleh seluruh peserta. Dalam sambutannya, Rektor UGM menegaskan bahwa bela negara bukanlah tugas yang hanya diemban oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara, termasuk mahasiswa. “Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki kesadaran untuk menjaga kedaulatan bangsa, baik dari ancaman fisik maupun nonfisik seperti radikalisme dan disintegrasi,” ujarnya. Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol tekad bersama untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Keterkaitan LDBN dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan menjadikan program ini sebagai bagian integral dari kurikulum di UGM. Hal ini menunjukkan bahwa materi bela negara tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga dipraktikkan secara langsung melalui kegiatan Resimen Mahasiswa. Para mahasiswa yang mengikuti LDBN akan mendapatkan pengakuan sebagai komponen cadangan pertahanan negara, sehingga mereka memiliki peran aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam upaya bela negara.

Sebagai insan pendidik dan pelajar, mari kita jadikan momen seperti LDBN ini sebagai pintu masuk untuk menumbuhkan kesadaran bela negara di lingkungan sekolah dan kampus. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran sehari-hari, sementara pelajar dapat aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang relevan. Dengan bersama-sama mengamalkan nilai bela negara, kita turut berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI dan membangun generasi yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.

Organisasi Resimen Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada, TNI