Dalam upaya membentuk generasi muda yang tanggap bencana dan berjiwa bela negara, Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Gadjah Mada secara rutin menyelenggarakan latihan gabungan. Pada 21 Agustus 2026, sebanyak 200 anggota Menwa dari berbagai fakultas berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pancasila UGM. Program ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan kewarganegaraan, dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan keterampilan praktis menghadapi ancaman non-militer, seperti bencana alam, radikalisme, dan disinformasi. Dengan pendekatan edukatif dan sistematis, latihan ini membekali mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Simulasi Tanggap Darurat dan Pertahanan Sipil
Kegiatan diawali dengan simulasi tanggap darurat gempa bumi, yang menjadi fokus utama karena ancaman bencana alam di Indonesia. Materi disampaikan secara bertahap agar peserta memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan orang lain. Berikut poin-poin utama yang dilatihkan:
- Simulasi gempa bumi: prosedur berlindung, evakuasi, dan titik kumpul aman
- Teknik evakuasi korban: penggunaan tandu darurat dan evakuasi vertikal
- Pengenalan pertahanan sipil: peran warga negara dalam menjaga keamanan lingkungan
Latihan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan sikap disiplin dan kesiapsiagaan. Menurut pembina Menwa, program ini relevan dengan ancaman bencana yang kerap terjadi di Indonesia sehingga mahasiswa perlu dibekali kemampuan respons cepat. Dengan demikian, Resimen Mahasiswa menjadi wadah konkret untuk mengintegrasikan nilai bela negara dalam pengalaman langsung.
Mengintegrasikan Nilai Bela Negara dalam Kesiapsiagaan Bencana
Materi bela negara disampaikan oleh dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Mereka menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa, terutama melalui kesadaran terhadap ancaman non-militer. Tujuan pembelajaran dari materi ini meliputi:
- Memahami hakikat bela negara sebagai kewajiban setiap warga negara
- Mengidentifikasi bentuk ancaman non-militer dan cara menghadapinya
- Menginternalisasi nilai nasionalisme, solidaritas, dan kepedulian sosial
Program ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, antara lain peningkatan soft skill seperti kepemimpinan, kerja tim, dan komunikasi, serta kesadaran akan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat. Lulusan diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian tangguh dan cinta tanah air. Latihan semacam ini menjadi contoh bagaimana bela negara dapat diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun pembelajaran di kelas.
Bagi para guru dan pelajar, program seperti Resimen Mahasiswa ini menjadi inspirasi untuk aktif berpartisipasi dalam latihan kebencanaan dan bela negara. Mari kita dukung generasi muda untuk siap sedia menjaga kedaulatan dan keselamatan bersama, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka yang tangguh dan cinta tanah air. Dengan mengikuti program ini, pelajar dapat mengembangkan keterampilan hidup sekaligus menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik.