Beranda / Bela Negara / Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Pengabdian Masyarak...
Bela Negara

Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Pengabdian Masyarakat di Perbatasan

Resimen Mahasiswa UGM Gelar Latihan Pengabdian Masyarakat di Perbatasan

Resimen Mahasiswa UGM melalui Latihan Pengabdian Masyarakat (LPM) menerjunkan 200 anggota ke perbatasan Kalimantan Barat untuk menggabungkan pelatihan kemiliteran dengan pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan membentuk kader bela negara yang tangguh secara fisik dan sosial, serta menghasilkan laporan yang diintegrasikan ke kurikulum bela negara. Manfaatnya bagi pelajar antara lain pengalaman nyata memecahkan masalah sosial dan penguatan rasa memiliki terhadap kedaulatan bangsa.

Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesadaran bela negara di kalangan generasi muda melalui program Latihan Pengabdian Masyarakat (LPM). Sebanyak 200 anggota Menwa diterjunkan ke kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat pada 24 Agustus 2026. Kegiatan ini menggabungkan pelatihan kemiliteran dengan pemberdayaan masyarakat, sebagai wujud bela negara kontemporer yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Program ini menjadi bagian integral dari kurikulum bela negara di UGM, mengajarkan bahwa pengabdian bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab setiap warga negara.

Apa Itu Latihan Pengabdian Masyarakat (LPM) dan Tujuan Pembelajarannya?

LPM merupakan program sistematis yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan multidisiplin, mulai dari teknik dasar pertahanan, komunikasi lapangan, hingga medis darurat. Tujuan utamanya adalah membentuk kader bela negara yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi. Melalui program ini, Menwa UGM mengajarkan bahwa bela negara bukan sekadar aktivitas militer, melainkan pengabdian sipil yang nyata. Berikut adalah tujuan pembelajaran dalam LPM:

  • Memahami konsep bela negara yang integratif antara aspek militer dan sipil.
  • Mengembangkan keterampilan teknis seperti pertahanan, komunikasi, dan medis lapangan.
  • Meningkatkan empati dan kemampuan memecahkan masalah sosial di daerah terpencil.
  • Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta tanah air melalui pengabdian langsung.

Dengan demikian, program ini tidak sekadar latihan fisik, tetapi juga pendidikan karakter yang membentuk jiwa nasionalisme sejati.

Tahapan Program dan Dampaknya bagi Pelajar

Program LPM dilaksanakan dalam dua tahap utama. Pertama, pelatihan intensif selama satu minggu di kampus UGM, di mana para anggota Menwa dibekali materi tentang wawasan kebangsaan, teknik dasar pertahanan, dan prosedur medis lapangan. Tahap kedua adalah penerjunan ke desa-desa terpencil di perbatasan Kalimantan Barat selama dua minggu. Di sana, mereka membantu membangun infrastruktur sederhana, memberikan penyuluhan kesehatan, serta mengedukasi warga tentang nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Komando Daerah Militer (Kodam) setempat.

Output dari program ini berupa laporan hasil pengabdian yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum mata kuliah bela negara di UGM. Dengan demikian, pengalaman lapangan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bahan ajar yang kontekstual bagi pelajar lain. Manfaat bagi pelajar sangat jelas: mereka mendapatkan pengalaman nyata dalam memecahkan masalah sosial di daerah perbatasan, meningkatkan empati terhadap masyarakat yang kurang terjangkau, dan memperkuat rasa memiliki terhadap kedaulatan bangsa. Para anggota Menwa juga menjadi agen pengingat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, menunjukkan bahwa semangat bela negara bisa diwujudkan dalam bentuk sederhana seperti gotong royong membangun desa.

Sebagai penutup, marilah kita semua, guru dan pelajar, terinspirasi oleh langkah Resimen Mahasiswa UGM. Bela negara bukanlah tugas yang berat — ia bisa dimulai dari pengabdian kecil di lingkungan sekitar. Mari kita aktif berpartisipasi dalam program-program serupa, baik melalui organisasi kemahasiswaan maupun kegiatan sosial di sekolah. Dengan begitu, kita turut menjaga kedaulatan bangsa dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam.

Organisasi Resimen Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada, Kemenhan, Kodam