Pada tanggal 2 Oktober 2026, Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Airlangga (Unair) menggelar Pendidikan Dasar Bela Negara (PDBN) yang diikuti oleh 200 mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi kurikulum bela negara di lingkungan perguruan tinggi, sejalan dengan amanat Undang-Undang tentang sistem pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pembentukan karakter kebangsaan. PDBN tidak hanya menjadi ajang pelatihan fisik, tetapi juga proses pembentukan mental dan spiritual agar mahasiswa memiliki jiwa patriotik dan siap membela tanah air.
Mengapa Pendidikan Dasar Bela Negara Penting bagi Mahasiswa?
Pendidikan dasar bela negara memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan cinta tanah air. Di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi, mahasiswa perlu dibekali dengan wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Melalui PDBN, peserta diajak untuk memahami esensi bela negara secara komprehensif, mulai dari konsep dasar hingga implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim, yang semuanya merupakan kompetensi penting dalam kurikulum bela negara.
Tahapan dan Materi dalam Pendidikan Dasar Bela Negara
PDBN dirancang secara sistematis dengan pendekatan bertahap agar peserta dapat mencerna setiap materi dengan baik. Berikut adalah tahapan dan materi utama yang diberikan:
- Materi Teori Wawasan Kebangsaan: Peserta mempelajari sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai Pancasila, dan konsep bela negara sebagai hak dan kewajiban setiap warga negara.
- Latihan Baris-Berbaris (PBB): Kegiatan ini bertujuan membentuk disiplin, kekompakan, dan kepatuhan terhadap aturan, yang menjadi fondasi karakter bela negara.
- Latihan Fisik Dasar: Meliputi berbagai aktivitas kebugaran dan ketahanan tubuh, seperti lari, push-up, dan sit-up, untuk membangun fisik yang prima dan siap menghadapi tantangan.
- Praktik Lapangan: Peserta diterjunkan dalam simulasi situasi darurat atau latihan kepemimpinan, seperti pionering dan penanggulangan bencana, yang menguji kemampuan adaptasi dan kerja sama tim.
Seluruh materi disampaikan oleh instruktur berpengalaman dari Resimen Mahasiswa dan TNI, sehingga peserta mendapatkan bimbingan yang tepat sesuai standar kurikulum bela negara. Proses pembelajaran dimulai dari pemahaman konsep, lalu diterapkan dalam kegiatan praktis, memastikan setiap mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai bela negara secara mendalam.
Dampak Positif bagi Peserta dan Harapan ke Depan
Setelah mengikuti PDBN, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga mental yang tangguh dan jiwa patriotisme yang tinggi. Nilai-nilai yang diperoleh, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, akan menjadi bekal berharga dalam menjalani perkuliahan dan kehidupan bermasyarakat. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi teman-temannya dalam menerapkan sikap bela negara di lingkungan kampus. Resimen Mahasiswa Unair berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala guna memperkuat karakter kebangsaan generasi muda Indonesia.
Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program seperti PDBN ini adalah contoh nyata bahwa bela negara bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang dapat dimulai sejak bangku kuliah. Mari kita dukung dan aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan edukatif yang menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan demikian, kita bersama-sama membangun masa depan bangsa yang lebih baik, dimulai dari kesadaran bela negara di hati setiap warga negara.