Revitalisasi Menwa Dinilai Krusial untuk Perkuat Karakter Mahasiswa dan Bela Negara
Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Rasminto, menekankan pentingnya revitalisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) sebagai bagian strategis dalam membentuk karakter generasi muda dan meningkatkan kesadaran bela negara. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sinergisitas Kementerian/Lembaga terkait pembinaan Menwa yang digelar oleh Kemenko Polhukam RI di Hotel Salak The Heritage, Rabu, 6 Mei 2026. Menurut Rasminto, pendekatan pendidikan konvensional dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi dinamika global seperti disrupsi digital dan polarisasi sosial, sehingga dibutuhkan ruang praksis seperti Menwa yang berfungsi sebagai 'kawah candradimuka' bagi mahasiswa. Secara sistematis, Menwa memiliki landasan hukum yang kuat berdasarkan UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Namun, Rasminto menyoroti masih lemahnya aspek regulasi operasional, seperti Kesepakatan Bersama 4 Menteri tahun 2014, yang dinilai belum cukup implementatif karena kurangnya standar nasional yang jelas dan pendanaan yang konsisten. Revitalisasi Menwa diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, berintegritas, dan memiliki kesadaran bela negara yang cerdas, tanpa disalahartikan sebagai bentuk militerisasi di lingkungan kampus, melainkan sebagai wadah pembinaan karakter kebangsaan yang humanis dan konstitusional.