Dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, Kodam IV/Diponegoro bersama Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan apel bela negara bertajuk 'Pelajar Pancasila Siap Bela Negara' di Monumen Jogja Kembali pada Jumat, 18 September 2026. Sebanyak 5.000 pelajar dari berbagai SMA dan SMK mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter kebangsaan. Apel yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro ini diisi dengan renungan sejarah perjuangan dan pembacaan ikrar bela negara, menjadi momen reflektif bagi generasi muda untuk meneladani jasa pahlawan.
Tujuan Pembelajaran Bela Negara bagi Pelajar
Program ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terstruktur. Bela negara diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila, disiplin, dan wawasan kebangsaan. Adapun tujuan utama dari apel bela negara bagi pelajar meliputi:
- Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan rasa kebangsaan sejak usia dini.
- Menyadarkan pelajar akan hak dan kewajiban bela negara sesuai Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945.
- Mengembangkan sikap disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama dalam tim.
- Meningkatkan wawasan kebangsaan untuk menangkal pengaruh negatif globalisasi dan radikalisme.
Workshop dan Simulasi: Implementasi Bela Negara Non-Fisik
Setelah apel, para pelajar mengikuti workshop wawasan kebangsaan dan simulasi kebencanaan. Workshop ini menghadirkan narasumber dari TNI dan akademisi yang membahas ancaman ideologis serta cara menjaga persatuan. Sesi ini memperkaya pemahaman tentang bentuk bela negara non-fisik, seperti cinta produk dalam negeri, penggunaan bahasa Indonesia yang baik, dan bijak dalam bermedia sosial. Simulasi kebencanaan memberikan pengalaman langsung tentang prosedur evakuasi dan pertolongan pertama. Pelajar belajar bekerja sama saat kondisi darurat, yang merupakan wujud nyata gotong royong dan kewaspadaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai perang, tetapi juga aksi kemanusiaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para pendidik diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dalam setiap mata pelajaran, misalnya melalui diskusi sejarah, proyek sosial, atau latihan tanggap bencana. Bagi para pelajar, jadilah agen perubahan yang cinta tanah air dan siap berkontribusi bagi bangsa. Mari bersama-sama mewujudkan generasi Pancasila yang tangguh, berkarakter, dan selalu siap membela negara dari segala ancaman.