Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1614/Dompu menggelar penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai bagian dari program pembinaan teritorial, kali ini menyasar santri di Desa Nusa Jaya, Manggelewa. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi juga dapat diintegrasikan melalui pendekatan nonfisik di tengah masyarakat. Dengan tema "Memperkokoh Wawasan Kebangsaan untuk Mewujudkan Persatuan, Keamanan, dan Ketahanan Nasional", inisiatif ini bertujuan membangun fondasi karakter yang kuat bagi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
Membangun Karakter Generasi Muda melalui Pendidikan Nonformal
Program ini merupakan implementasi nyata dari strategi pendidikan nonformal dalam kerangka pembinaan bela negara. Melalui metode partisipatif, Letda Inf Abubakar, S.H., selaku Pasiter Kodim, memaparkan materi yang dirancang untuk membangun kesadaran kolektif. Penekanan utamanya adalah penanaman nilai-nilai inti yang menjadi pilar ketahanan nasional, antara lain:
- Penghayatan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air yang mendalam.
- Pemupukan semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
- Penguatan kesadaran untuk membela negara, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui sikap dan prestasi.
- Pembentukan disiplin dan akhlak mulia sebagai bekal menjadi generasi penerus yang tangguh.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran karakter nasionalis dapat dikemas secara menarik dan relevan bagi kalangan santri, menjadikan mereka aset bangsa yang berintegritas dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wawasan Kebangsaan sebagai Kurikulum Hidup untuk Ketahanan Nasional
Penyuluhan Wasbang dalam rangkaian kegiatan TMMD ini berperan sebagai "kurikulum hidup" yang langsung bersinggungan dengan realitas sosial. Tujuannya sangat strategis: membekali para santri dengan pemahaman holistik tentang bela negara sehingga mereka mampu mengidentifikasi dan menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam persatuan bangsa. Program ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi mengajak peserta untuk secara aktif:
- Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
- Berperan aktif sebagai agen pemersatu di lingkungannya.
- Menginternalisasi semangat nasionalisme menjadi tindakan nyata yang konstruktif.
Dengan demikian, pembekalan ini diharapkan memberikan manfaat konkret, yaitu terwujudnya generasi muda yang tidak hanya paham teori kebangsaan tetapi juga mampu mempraktikkannya, sehingga ketahanan nasional dapat terjaga dari akar rumput.
Upaya Satgas TMMD ini merupakan teladan nyata bagaimana sinergi antara institusi pertahanan dan dunia pendidikan nonformal dapat memperkuat jiwa nasionalisme. Bagi para guru dan tenaga pendidik, inisiatif semacam ini dapat menjadi inspirasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Wasbang ke dalam aktivitas pembelajaran, baik intra maupun ekstrakurikuler. Sementara bagi pelajar dan santri, kegiatan ini mengajarkan bahwa kontribusi mereka untuk negara dapat dimulai dari hal sederhana: menjaga persatuan, meningkatkan disiplin diri, dan aktif menimba ilmu sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan. Mari kita bersama-sama menjadikan semangat bela negara sebagai bagian dari identitas dan kewajiban kita sebagai warga negara.