Beranda / Pendidikan / Satuan Pendidikan Diimbau Integrasikan Latihan Dasar Be...
Pendidikan

Satuan Pendidikan Diimbau Integrasikan Latihan Dasar Bela Negara ke dalam Pramuka

Satuan Pendidikan Diimbau Integrasikan Latihan Dasar Bela Negara ke dalam Pramuka

Kementerian Pertahanan bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengimbau satuan pendidikan untuk mengintegrasikan Latihan Dasar Bela Negara ke dalam kegiatan Pramuka. Integrasi ini mencakup baris-berbaris, pionering, survival, dan pengetahuan kedaulatan negara, sehingga membentuk karakter pelajar yang disiplin, tangguh, dan nasionalis. Melalui program ini, setiap Pramuka diharapkan menjadi agen bela negara di sekolah dan masyarakat.

Kementerian Pertahanan bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menerbitkan surat edaran bersama yang ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Surat edaran yang ditandatangani pada 5 Oktober itu berisi imbauan agar setiap sekolah mengintegrasikan Latihan Dasar Bela Negara ke dalam kegiatan Pramuka. Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara pendidikan karakter dan program bela negara di lingkungan sekolah.

Imbauan ini lahir dari kesadaran bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan membiasakan latihan dasar bela negara sejak dini, nilai kedisiplinan dan nasionalisme diharapkan tertanam lebih kuat dalam diri pelajar. Gerakan Pramuka dipilih sebagai wadah karena sudah memiliki jaringan luas hingga ke pelosok negeri.

Mengapa Pramuka Menjadi Wadah Latihan Dasar Bela Negara?

Gerakan Pramuka selama ini dikenal sebagai wadah pembentukan karakter pelajar. Dalam Kurikulum Merdeka, Pramuka ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib yang dapat mengembangkan sikap kepemimpinan, kemandirian, dan gotong royong. Melalui integrasi Latihan Dasar Bela Negara, sekolah tidak perlu menambah jam pelajaran baru, tetapi cukup memperkaya aktivitas kepramukaan dengan muatan kebangsaan dan kedisiplinan.

Adapun tujuan dari integrasi ini antara lain:

  • Membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab;
  • Menumbuhkan ketangguhan fisik dan mental peserta didik;
  • Menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air;
  • Mempersiapkan Pramuka menjadi agen bela negara di sekolah dan masyarakat.

Materi Latihan Dasar Bela Negara dalam Kegiatan Pramuka

Dalam surat edaran tersebut, latihan dasar bela negara yang diintegrasikan mencakup empat materi pokok. Pertama, baris-berbaris, yang melatih ketertiban, konsentrasi, dan ketaatan pada komando. Kedua, pionering, yaitu keterampilan membangun berbagai struktur dari tongkat dan tali untuk melatih ketelitian serta kerja sama tim. Ketiga, survival, yang memberikan kemampuan bertahan hidup di alam terbuka. Keempat, pengetahuan tentang kedaulatan negara, agar pelajar memahami pentingnya menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Republik Indonesia.

Setiap materi dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam kegiatan nyata. Saat mengikuti perkemahan, misalnya, Pramuka dapat menerapkan keterampilan pionering dan survival sekaligus melatih kedisiplinan melalui baris-berbaris. Dengan demikian, kegiatan Pramuka menjadi lebih bermakna dan sarat akan nilai-nilai kebangsaan.

Dengan bekal materi tersebut, setiap Pramuka diharapkan dapat menjadi teladan dan agen bela negara, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Penguatan nilai kebangsaan melalui kegiatan yang menyenangkan ini menjadi bagian penting dari upaya menanamkan kesadaran bela negara sejak dini.

Untuk itu, guru dan pembina Pramuka diharapkan menyambut baik kebijakan ini dengan merancang kegiatan yang menarik dan kontekstual. Pelajar pun diajak untuk mengikuti setiap sesi Latihan Dasar Bela Negara dalam Pramuka dengan antusias, bukan sekadar sebagai kewajiban, melainkan sebagai wujud cinta tanah air. Dengan keterlibatan aktif seluruh satuan pendidikan, semangat bela negara akan tumbuh kuat di tengah generasi muda Indonesia.

Organisasi Kementerian Pertahanan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Gerakan Pramuka