Beranda / Pendidikan / Sekolah Penggerak Integrasikan Bela Negara dalam Pembel...
Pendidikan

Sekolah Penggerak Integrasikan Bela Negara dalam Pembelajaran Tokoh Nasional

Sekolah Penggerak Integrasikan Bela Negara dalam Pembelajaran Tokoh Nasional

Program Sekolah Penggerak di Bandung mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam pembelajaran tokoh nasional melalui modul studi kasus Bung Tomo dan Cut Nyak Dhien. Melalui tiga tahapan sistematis, siswa diajak memahami latar belakang, strategi perjuangan, dan relevansinya dengan ancaman modern. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman sejarah, tetapi juga mendorong kreativitas dan Profil Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kemendikbudristek kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam pembelajaran tentang tokoh nasional. Pada 24 Agustus 2026, sebuah sekolah penggerak di Bandung memperkenalkan modul studi kasus perjuangan Bung Tomo dan Cut Nyak Dhien di tingkat SMP. Langkah ini tidak hanya memperkuat pemahaman sejarah, tetapi juga menanamkan kesadaran kebangsaan sejak dini. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kurikulum bela negara dapat dihadirkan secara aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mendukung Profil Pelajar Pancasila.

Menggali Nilai Bela Negara Melalui Studi Kasus Tokoh Nasional

Dalam program ini, pembelajaran dirancang secara sistematis dalam tiga tahapan utama yang mengajak siswa untuk tidak sekadar menghafal, melainkan memahami konteks perjuangan secara mendalam. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:

  • Mengenal latar belakang tokoh: Siswa mempelajari kondisi sosial, politik, dan budaya yang melatarbelakangi perjuangan Bung Tomo dan Cut Nyak Dhien, sehingga mereka mampu melihat tokoh sebagai manusia nyata dengan tantangan zamannya.
  • Menganalisis strategi perjuangan: Siswa mengkaji taktik dan nilai-nilai yang digunakan oleh para tokoh dalam menghadapi penjajah, seperti semangat pantang menyerah, persatuan, dan kecerdasan dalam memanfaatkan sumber daya lokal.
  • Menghubungkan dengan ancaman modern: Siswa diajak untuk merefleksikan bagaimana semangat bela negara dapat diterapkan untuk menghadapi ancaman kontemporer seperti radikalisme, hoaks, dan perpecahan bangsa. Diskusi ini difasilitasi oleh guru yang berperan sebagai pemantik pemikiran kritis.

Pendekatan ini membuat pembelajaran tentang tokoh nasional menjadi lebih hidup. Siswa tidak hanya duduk mendengarkan ceramah, tetapi aktif berdiskusi, bertanya, dan menyusun argumen. Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri relevansi perjuangan masa lalu dengan kondisi kekinian. Dengan demikian, materi kurikulum bela negara terasa dekat dan aplikatif, tidak lagi dianggap sebagai hafalan yang kaku.

Mendorong Kreativitas dan Profil Pelajar Pancasila

Setelah memahami esensi perjuangan, siswa diajak untuk menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk karya kreatif. Mereka dapat membuat poster digital, video pendek, atau infografis yang menyosialisasikan nilai kepahlawanan dan bela negara kepada teman sebaya dan masyarakat. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital. Program ini selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi berkebinekaan global dan gotong royong, di mana siswa belajar menghargai perjuangan tokoh dari berbagai daerah dan bekerja sama dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.

Terobosan ini tidak hanya diterapkan di Bandung. Sekolah penggerak di Surabaya dan Makassar juga mulai menerapkan pola serupa. Kemendikbudristek menargetkan agar integrasi nilai bela negara dalam pembelajaran tokoh nasional dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi para guru, inilah saatnya untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Bagi para pelajar, mari jadikan semangat bela negara dari para pahlawan sebagai inspirasi untuk berkontribusi bagi bangsa. Jadilah pelajar Pancasila yang cerdas, kreatif, dan cinta tanah air!

Tokoh Bung Tomo, Cut Nyak Dhien
Organisasi Kemendikbudristek, SMP, Kemendikbud