Beranda / Aktivitas / Sembilan Sekolah Adu Ketangkasan Baris Berbaris di Alun...
Aktivitas

Sembilan Sekolah Adu Ketangkasan Baris Berbaris di Alun-Alun Purwokerto

Sembilan Sekolah Adu Ketangkasan Baris Berbaris di Alun-Alun Purwokerto

LKBB di Alun-Alun Purwokerto oleh Korem 071/Wijayakusuma tidak hanya Lomba Ketangkasan Baris Berbaris, tetapi metode pembelajaran non-formal untuk menanamkan disiplin, kekompakan, dan cinta tanah air kepada pelajar. Kegiatan ini menghubungkan teori pendidikan karakter dan bela negara di kelas dengan praktik nyata, membangun jejaring positif antara sekolah dan TNI. Manfaat ganda LKBB mencakup pengembangan kepemimpinan, kerja sama tim, dan rasa kebangsaan yang dapat diterapkan di sekolah, rumah, dan masyarakat.

Pada tanggal 27 September 2026, Alun-Alun Purwokerto menjadi saksi semangat kebangsaan sembilan sekolah tingkat SMA/SMK yang beradu ketangkasan dalam Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB). Acara ini diselenggarakan oleh Korem 071/Wijayakusuma dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI dan hari jadi ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Bagi dunia pendidikan, LKBB bukan sekadar kompetisi, melainkan metode pembelajaran non-formal yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai bela negara, disiplin, dan kekompakan sejak dini. Melalui gerakan-gerakan terstruktur, pelajar tidak hanya belajar baris-berbaris, tetapi juga menginternalisasi sikap taat aturan dan tanggung jawab sosial.

Pembelajaran Nilai Fundamental dalam LKBB

Secara edukatif, LKBB mengajarkan sejumlah nilai fundamental yang relevan dengan kurikulum bela negara dan pendidikan karakter. Pertama, nilai menaati aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, yang membentuk kepatuhan tanpa kehilangan kreativitas. Kedua, pemahaman tentang posisi dan tanggung jawab individu dalam sebuah kesatuan tim, sehingga setiap pelajar menyadari bahwa kontribusi kecil mereka berdampak pada hasil kolektif. Ketiga, kemampuan untuk mengikuti kepemimpinan dan menjalankan perintah dengan tepat, yang melatih responsiveness dan loyalitas. Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Sidik Wiyono, menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut bersifat universal dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat. Dengan demikian, LKBB menjadi jembatan antara teori di kelas dengan praktik nyata disiplin dan kekompakan.

Manfaat Ganda LKBB bagi Dunia Pendidikan

Bagi institusi pendidikan, kegiatan seperti LKBB memberikan manfaat ganda yang strategis. Di satu sisi, LKBB menjadi media praktis untuk menerapkan materi pendidikan karakter dan bela negara yang diajarkan di kelas. Misalnya, kompetensi seperti kerja sama, ketahanan mental, dan kebanggaan nasional dapat dievakuasi melalui simulasi baris-berbaris. Di sisi lain, LKBB membangun jejaring positif antara sekolah dengan TNI, memberikan perspektif langsung kepada pelajar tentang pentingnya disiplin dan dedikasi. Interaksi ini juga membuka peluang bagi pelajar untuk menyalurkan bakat dan minat di luar bidang akademik, seperti kepemimpinan dan koordinasi tim. Berikut adalah tujuan pembelajaran yang dapat diintegrasikan:

  • Menumbuhkan sikap disiplin melalui kepatuhan terhadap instruksi dan waktu
  • Memperkuat kekompakan dengan mengharmoniskan gerakan dan suara dalam kelompok
  • Meningkatkan rasa cinta tanah air melalui penghormatan terhadap simbol-simbol negara
  • Mengembangkan keterampilan kepemimpinan, terutama saat menjadi komandan regu

Dengan semangat HUT TNI dan Kodam, kegiatan ini menjadi ajang yang tidak hanya menguji ketangkasan, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan. Kami mengajak para guru untuk terus mendorong siswa berpartisipasi dalam LKBB dan program bela negara lainnya, karena melalui langkah-langkah kecil inilah kita membangun generasi yang cinta tanah air, tangguh, dan berintegritas. Untuk pelajar, teruslah berlatih dan aplikasikan nilai disiplin serta kekompakan dalam setiap aktivitas, karena kalianlah tiang negara di masa depan.

Tokoh Sidik Wiyono
Organisasi Korem 071/Wijayakusuma, TNI, Kodam IV/Diponegoro