Penguatan karakter mahasiswa melalui aktualisasi nilai bela negara menjadi fokus utama dalam dunia perguruan tinggi saat ini. Seperti yang dilakukan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dengan menyelenggarakan seminar bertema 'Penguatan Karakter dan Ketahanan Sosial Mahasiswa melalui Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara' pada 11 Juni 2026. Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi sistematis untuk membangun karakter tangguh yang mampu menghadapi tantangan digital dan sosial. Melalui pendekatan edukatif, mahasiswa diajak untuk mentransformasi pemahaman konseptual bela negara menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun 'Habitus' Bela Negara di Lingkungan Kampus
Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, menegaskan bahwa esensi bela negara harus melekat sebagai kebiasaan atau 'habitus' dalam pola pikir seluruh warga kampus. Pendekatan ini menunjukkan pergeseran paradigma dari bela negara yang bersifat militeristik menuju konsep nirmiliter yang komprehensif. Di perguruan tinggi, konsep ini dikembangkan mencakup tiga pilar utama:
- Sistem Nilai: Menanamkan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta sikap rela berkorban.
- Pengembangan Kompetensi: Membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, ketahanan mental, dan kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila.
- Tanggung Jawab Sosial: Memupuk kesadaran untuk berkontribusi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Indeks Implementasi Bela Negara: Alat Ukur Konkrit di Perguruan Tinggi
Sebagai bentuk komitmen nyata, UPNVJ telah meluncurkan Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN) pada Desember 2025. Indeks ini merupakan terobosan penting dalam dunia pendidikan tinggi untuk mengukur dan memantau penerapan nilai bela negara secara objektif. IIBN dirancang dengan berbagai dimensi penilaian yang relevan dengan konteks kekinian, di antaranya:
- Ketahanan Ideologi: Kemampuan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
- Kohesi Sosial: Kemampuan membangun dan menjaga kerukunan dalam keberagaman.
- Kepedulian Lingkungan: Kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
- Kompetensi Digital yang Bertanggung Jawab: Penggunaan teknologi informasi untuk membangun narasi positif tentang bangsa.
Seminar yang menghadirkan keynote speaker dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini memperkuat pemahaman bahwa bela negara bersifat multidimensi. Isu pembangunan daerah dan ketertinggalan juga menjadi bagian integral dari wawasan kebangsaan yang harus dipahami mahasiswa. Dengan demikian, seminar ini berhasil menghubungkan teori bela negara dengan isu-isu pembangunan nasional yang nyata, memperluas perspektif mahasiswa tentang makna kontribusi bagi negara.
Bagi para guru dan pelajar, langkah-langkah edukatif seperti seminar dan pengembangan IIBN di UPNVJ ini memberikan pelajaran berharga. Pertama, nilai bela negara dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan kampus secara sistematis. Kedua, pengukuran melalui indeks memungkinkan evaluasi yang objektif terhadap perkembangan karakter peserta didik. Mari kita jadikan inspirasi ini sebagai motivasi untuk aktif berpartisipasi dan menginisiasi program serupa di lingkungan pendidikan masing-masing. Diskusikan dengan guru bagaimana nilai-nilai cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dapat diaktualisasikan dalam proyek pembelajaran, organisasi siswa, atau bahkan dalam interaksi sosial sehari-hari di sekolah.