Dalam rangka memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara di kalangan generasi muda, Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Kemahasiswaan menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan bertajuk 'Peran Mahasiswa dalam Bela Negara NKRI'. Acara yang digelar pada 5 Oktober 2026 ini dihadiri oleh 300 mahasiswa dari berbagai fakultas, serta menghadirkan pembicara dari Kementerian Pertahanan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan tokoh mahasiswa alumni resimen mahasiswa (Menwa). Seminar ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara sistematis kepada mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa.
Mengenal Ancaman Nonmiliter dan Ketahanan Nasional
Pada sesi pertama, peserta diajak memahami konsep ketahanan nasional serta berbagai ancaman nonmiliter yang kini semakin kompleks. Materi disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Pertahanan yang menekankan bahwa bela negara tidak hanya diartikan sebagai tindakan fisik, melainkan juga melalui pemikiran kritis dan partisipasi sosial. Beberapa ancaman nonmiliter yang dibahas antara lain penyebaran hoaks, radikalisme, dan disintegrasi bangsa. Melalui Seminar Wawasan Kebangsaan ini, mahasiswa diajak untuk menjadi benteng pertahanan ideologi Pancasila di lingkungan kampus dan masyarakat.
Aksi Nyata Mahasiswa dalam Bela Negara
Seminar tidak hanya berhenti pada pemaparan teori, melainkan juga mendorong aksi nyata. Sesi lokakarya menjadi puncak kegiatan, di mana setiap kelompok mahasiswa merancang program aksi bela negara yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus. Berikut adalah beberapa ide kegiatan yang muncul dari lokakarya tersebut:
- Diskusi mingguan tentang isu kebangsaan dan ketahanan nasional
- Film forum kebangsaan yang mengangkat tema perjuangan dan persatuan
- Bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan lingkungan
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis saat sesi diskusi panel serta ide-ide kreatif yang lahir saat lokakarya. Dengan demikian, Seminar Wawasan Kebangsaan di UI ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan merancang kegiatan nyata yang relevan dengan semangat bela negara. Kegiatan serupa direncanakan akan digelar di kampus-kampus lain di seluruh Indonesia, sehingga nilai-nilai kebangsaan dapat menyebar luas.
Ajakan bagi Guru dan Pelajar
Bagi para guru dan pelajar, semangat bela negara dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekolah. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran, misalnya melalui diskusi kelompok, forum film, atau proyek sosial. Pelajar pun dapat aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menumbuhkan cinta tanah air, seperti paskibra, palang merah remaja, atau karya ilmiah tentang ketahanan nasional. Mari kita jadikan setiap momen belajar sebagai wahana untuk memperkuat persatuan dan kesiapan membela negara, baik secara fisik maupun intelektual.