Beranda / Bela Negara / Tanamkan Jiwa Patriotisme, Pangdam II/Sriwijaya Ajak Pe...
Bela Negara

Tanamkan Jiwa Patriotisme, Pangdam II/Sriwijaya Ajak Pelajar SMPN 19 Palembang Raih Prestasi dan Cintai Bangsa

Tanamkan Jiwa Patriotisme, Pangdam II/Sriwijaya Ajak Pelajar SMPN 19 Palembang Raih Prestasi dan Cintai Bangsa

Kunjungan Pangdam II/Sriwijaya ke SMPN 19 Palembang menegaskan sinergi TNI-dunia pendidikan dalam menanamkan wawasan kebangsaan. Program ini mengajak pelajar mewujudkan patriotisme melalui tindakan nyata, mulai dari sikap hormat di sekolah hingga tanggung jawab bijak di media sosial. Aktivitas ini merupakan bagian integral dari kurikulum bela negara yang membentuk pelajar menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air.

Program sinergi antara institusi pendidikan dan TNI dalam rangka penguatan karakter generasi muda semakin gencar dilakukan. Seperti yang tercermin dalam kunjungan kerja Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, ke SMP Negeri 19 Palembang pada Senin, 11 Mei 2026. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari implementasi kurikulum bela negara yang menekankan pembentukan sikap dan perilaku nyata. Intinya, kegiatan ini bertujuan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme langsung kepada para pelajar sebagai garda terdepan masa depan bangsa.

Dari Sikap Hormat hingga Kebijakan Digital: Praktik Nyata Bela Negara bagi Pelajar

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa wawasan kebangsaan dan cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Beliau memberikan contoh konkret yang dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah dan kehidupan pribadi siswa. Poin-poin ini menjadi materi inti pembelajaran bela negara di tingkat dasar, yang meliputi:

  • Sikap Khidmat pada Upacara Bendera: Menghayati makna simbol negara sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan pahlawan.
  • Penghormatan kepada Guru: Mengimplementasikan nilai disiplin dan rasa hormat sebagai fondasi karakter bangsa.
  • Menjaga Persatuan: Menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pergaulan untuk memperkuat kohesi sosial.

Pesan ini menunjukkan bahwa fondasi bela negara dimulai dari hal-hal sederhana namun penuh makna. Melalui sikap disiplin dan hormat, para pelajar telah berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial, yang merupakan pondasi negara yang kuat.

Peran Strategis Pelajar di Era Digital: Tanggung Jawab Baru dalam Bingkai Bela Negara

Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis juga menyoroti konteks kekinian di mana peran pelajar dalam bela negara telah meluas ke ranah digital. Beliau mengajak siswa untuk menjadi warga negara yang cerdas dan beretika di ruang maya, yang merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan karakter modern. Tantangan seperti hoaks, perundungan siber (cyberbullying), dan bahaya narkoba dijelaskan sebagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesehatan bangsa. Oleh karena itu, patriotisme di era ini menuntut kompetensi baru:

  • Literasi Digital dan Kritis: Mampu memverifikasi informasi dan menolak penyebaran hoaks yang memecah belah.
  • Etika Berkomunikasi di Media Sosial: Menjauhi perilaku bullying dan menggunakan platform digital untuk hal-hal positif.
  • Ketahanan Diri: Menolak bujukan dan bahaya narkoba untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai calon penerus bangsa.

Poin ini memperluas pemahaman bahwa membela negara tidak hanya terkait pertahanan fisik, tetapi juga melindungi ruang mental dan sosial bangsa dari ancaman non-fisik melalui perilaku bijak setiap individu.

Kunjungan kerja Pangdam II/Sriwijaya ini menjadi model edukatif yang sangat berharga bagi para guru dan tenaga kependidikan. Ia menunjukkan bagaimana nilai-nilai abstrak seperti wawasan kebangsaan dan patriotisme dapat dijabarkan menjadi indikator perilaku yang terukur dan diajarkan di sekolah. Bagi para pelajar SMPN 19 Palembang dan generasi muda Indonesia lainnya, pesan ini adalah seruan untuk memaknai prestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam membangun karakter sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Mari, sebagai komunitas pendidikan, kita terus aktif menciptakan ruang pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai bela negara dalam setiap interaksi dan kurikulum, dimulai dari hal yang paling sederhana di lingkungan sekolah dan keluarga kita.