Beranda / Bela Negara / Tanamkan Nasionalisme, Kodim 0812 Lamongan Bekali Siswa...
Bela Negara

Tanamkan Nasionalisme, Kodim 0812 Lamongan Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Wasbang dan PBB

Tanamkan Nasionalisme, Kodim 0812 Lamongan Bekali Siswa Sekolah Rakyat dengan Wasbang dan PBB

Program pembekalan wawasan kebangsaan dan PBB bagi siswa SMA Sekolah Rakyat Lamongan oleh Kodim 0812 menunjukkan pendekatan pendidikan bela negara yang integratif, menggabungkan teori nilai kebangsaan dengan praktik disiplin langsung. Kegiatan ini membangun kesadaran dan kompetensi siswa sebagai warga negara serta memperkuat sinergi antara pendidikan dan TNI dalam membentuk generasi berkarakter dan cinta tanah air.

Pendidikan bela negara yang integratif dan kontekstual terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kurikulum kebangsaan bagi generasi muda. Sebagai salah satu wujudnya, sebanyak 71 siswa SMA Sekolah Rakyat Lamongan telah menjalani program pembekalan wawasan kebangsaan dan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di Makodim 0812/Lamongan. Kegiatan ini merupakan bagian strategis dari pembinaan teritorial TNI, yang bertujuan membentuk karakter pelajar yang tangguh dan berkomitmen terhadap keutuhan NKRI. Pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa pembelajaran bela negara tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga melibatkan pengalaman langsung yang membangun kesadaran dan kompetensi siswa.

Pembekalan Wawasan Kebangsaan: Membangun Landasan Nilai dan Identitas

Program ini dirancang secara sistematis untuk membangun landasan nilai kebangsaan yang kuat. Materi diawali dengan pemahaman mendalam tentang Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip hidup bangsa. Bintara Operasional Peltu Prayet, sebagai narasumber, menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman sebagai bentuk konkret dari cinta tanah air. Dalam sesi pembelajaran, siswa diajak memahami bahwa bela negara memiliki makna yang luas dan dapat diwujudkan sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing. Bentuk-bentuk bela negara yang relevan bagi siswa meliputi:

  • Disiplin dalam belajar dan kehidupan sehari-hari, sebagai fondasi karakter yang tangguh.
  • Kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat mengancam persatuan.
  • Memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pembekalan ini membangun kesadaran sejak dini bahwa setiap warga negara, termasuk pelajar, memiliki peran aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. Konsep wawasan kebangsaan yang diajarkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menginspirasi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari identitas mereka sebagai anak Indonesia.

Latihan PBB: Praktik Disiplin, Ketangkasan, dan Kebanggaan sebagai Warga Negara

Sesi Peraturan Baris Berbaris (PBB) menjadi momen praktik langsung yang melengkapi pembelajaran teori. Latihan ini tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, kekompakan tim, dan rasa hormat. Kapten Arm Yusniadi selaku Pasi Ops Kodim menegaskan bahwa tujuan kegiatan PBB adalah menumbuhkan rasa disiplin, hormat, dan kebanggaan sebagai anak Indonesia. Melalui PBB, siswa belajar bahwa:

  • Disiplin adalah kunci dalam menjalankan tugas baik sebagai individu maupun dalam kelompok.
  • Kekompakan dan kerja sama tim sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, mirip dengan semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa.
  • Ketangkasan fisik dan mental yang dilatih melalui PBB merupakan bagian dari kesiapan dasar sebagai warga negara.

Para guru pendamping menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pengalaman belajar langsung ini. Mereka menilai kegiatan ini sebagai 'pelajaran hidup' yang tidak terdapat di dalam buku teks, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan TNI dalam membangun generasi berkarakter. Sinergi ini menunjukkan bahwa pendidikan bela negara membutuhkan kolaborasi multipihak untuk mencapai hasil yang optimal.

Program ini di Lamongan memberikan contoh nyata bagaimana kurikulum bela negara dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Langkah-langkah sistematis—mulai dari pembekalan konseptual hingga praktik langsung—menjadikan siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mengalami dan merasakan nilai-nilai kebangsaan tersebut. Hal ini sesuai dengan prinsip pendidikan yang holistik, yang menyeimbangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Untuk para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai program bela negara. Guru dapat menggali lebih banyak sumber dan metode untuk mengintegrasikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pelajar dapat memulai dari diri sendiri dengan meningkatkan disiplin, rajin belajar, dan aktif menjaga harmoni dalam keberagaman di lingkungan sekitarnya. Partisipasi aktif dalam membangun karakter kebangsaan adalah investasi penting bagi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan bersatu.