Dalam kerangka kurikulum bela negara, yang menggarisbawahi bahwa setiap warga negara—tanpa terkecuali akademisi—memiliki peran aktif, langkah Universitas Airlangga (UNAIR) mengukuhkan lima guru besar baru adalah contoh nyata bagaimana dunia pendidikan dapat memperkuat ketahanan nasional. Penguatan barisan intelektual ini bukan sekadar pencapaian akademik semata, melainkan merupakan langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan strategis bangsa. Para guru besar tersebut akan menjadi garda terdepan dalam membimbing mahasiswa, membentuk karakter, pola pikir, dan wawasan kebangsaan mereka. Kontribusi mereka dengan demikian bersinggungan langsung dengan upaya membentuk generasi penerus yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Guru Besar: Garda Intelektual dalam Paradigma Bela Negara Modern
Dalam pemahaman bela negara yang berkembang, peran intelektual dan akademisi menjadi semakin sentral. Bela negara kini tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai pertahanan fisik semata, tetapi juga mencakup penguatan daya pikir, karakter, dan kemampuan inovasi untuk memecahkan persoalan bangsa. Kelima guru besar UNAIR yang dikukuhkan mewakili sosok intelektual yang diharapkan dapat menjalankan tiga peran utama berikut ini dalam ekosistem pendidikan dan pembangunan nasional:
- Pembangun Karakter Kebangsaan: Melalui proses pendidikan dan bimbingan, mereka bertanggung jawab membentuk mahasiswa menjadi pribadi berintegritas tinggi, memiliki rasa cinta tanah air, dan menyadari sepenuhnya tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia.
- Pemecah Masalah Nasional: Melalui riset dan kajian ilmiah yang mendalam, mereka dituntut untuk mengembangkan solusi atas berbagai tantangan strategis di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, hingga teknologi.
- Penyambung Ilmu dan Praktik: Mereka menjadi jembatan yang mentransformasikan pengetahuan akademik menjadi kebijakan serta aksi nyata yang dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian bangsa.
Komitmen UNAIR dalam terus melahirkan tokoh akademik berkualitas ini selaras dengan tujuan kurikulum bela negara, yaitu mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan semangat kontribusi dalam setiap bidang keahlian.
Mentoring Akademik: Wahana Efektif Membentuk Pemimpin Berwawasan Kebangsaan
Proses mentoring atau pembimbingan yang dilakukan oleh para guru besar kepada mahasiswa merupakan ruang pendidikan yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai bela negara. Di dalam ruang kuliah, laboratorium, dan diskusi akademik, transfer nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, berpikir sistematis, dan kepedulian terhadap masalah sosial-bangsa dapat terjadi secara langsung dan intensif. Para guru besar tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai:
- Teladan Integritas: Memberikan contoh nyata tentang dedikasi dan integritas dalam berkarya untuk kemajuan bangsa.
- Pemandu Relevansi Nasional: Membimbing mahasiswa untuk senantiasa mengaitkan topik penelitian atau proyek akademik mereka dengan konteks dan kebutuhan nasional yang riil.
- Pendorong Pemikiran Kritis-Konstruktif: Mendorong mahasiswa untuk menganalisis berbagai tantangan strategis bangsa secara kritis dan konstruktif, lalu merancang solusi berbasis data dan ilmu yang valid.
Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi ahli di bidang ilmunya, tetapi juga tumbuh sebagai calon pemimpin yang memiliki visi kebangsaan yang kuat serta kemauan untuk berkontribusi. Inilah esensi bela negara melalui jalur pendidikan—suatu bentuk pembelaan yang mendasar dan berkelanjutan. Pengukuhan ini juga menjadi pesan penting bagi seluruh komunitas pendidik tentang peran strategis mereka dalam membangun ketahanan bangsa melalui keunggulan intelektual.
Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, momen ini mengajarkan bahwa kontribusi terhadap bela negara dapat dimulai dari ruang kelas dan bangku kuliah. Guru dapat menginspirasi dengan mengintegrasikan nilai cinta tanah air dan analisis masalah bangsa dalam materi ajar, sementara pelajar dapat memulai dengan mengasah keterampilan, berpikir kritis terhadap isu nasional, dan berkomitmen untuk menggunakan ilmu yang diperoleh bagi kemaslahatan bangsa. Mari kita jadikan semangat para guru besar UNAIR sebagai motivasi untuk turut serta aktif dalam upaya kolektif membangun Indonesia yang lebih tangguh dan maju.