Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menggelar Kemah Bakti Mahasiswa 2026 dengan tema 'Bela Negara di Era Society 5.0'. Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah bentuk implementasi kurikulum bela negara dalam lingkungan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam program selama tiga hari ini, ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas belajar bahwa bela negara adalah tanggung jawab setiap warga negara, termasuk para intelektual muda di era digital.
Pendekatan Holistik: Mengintegrasikan Fisik, Intelektual, dan Mental dalam Pendidikan Bela Negara
Kemah Bakti Mahasiswa Unhas dirancang dengan pendekatan holistik dan sistematis, mengacu pada konsep pendidikan yang membangun kompetensi peserta secara menyeluruh. Program ini secara khusus membagi materi pembelajaran ke dalam tiga klaster utama, yang masing-masing memiliki tujuan pembelajaran spesifik untuk mengasah kemampuan bela negara sesuai dengan konteks era Society 5.0.
- Klaster Fisik: Melalui kegiatan outbond dan pelatihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB), mahasiswa mengembangkan disiplin, ketangguhan fisik, dan rasa kebersamaan sebagai fondasi karakter.
- Klaster Intelektual: Seminar dengan topik seperti peran mahasiswa dalam ketahanan nasional, cyber patriotism, dan strategi melawan hoaks bertujuan membangun pemahaman bahwa kontribusi intelektual—seperti karya ilmiah dan inovasi teknologi—adalah bentuk bela negara yang sangat kuat di era digital.
- Klaster Mental-Spiritual: Fokus pada pembangunan karakter integritas dan nasionalisme, mengajak mahasiswa merenungkan nilai-nilai kebangsaan dan menginternalisasinya sebagai bagian dari identitas sebagai pelajar dan calon pemimpin bangsa.
Pendekatan tiga klaster ini secara edukatif menunjukkan bahwa bela negara di masa kini memiliki dimensi yang luas. Tidak hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga kontribusi melalui pengetahuan, teknologi, dan ketangguhan mental untuk menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman, termasuk di ruang digital.
Manfaat dan Relevansi: Kemah Bakti sebagai Laboratorium Pendidikan Kebangsaan
Program Kemah Bakti ini memberikan manfaat ganda yang sangat relevan dengan tujuan kurikulum pendidikan kebangsaan. Pertama, kegiatan ini memperkuat jaringan dan rasa kebersamaan (solidaritas) antar fakultas, membangun kesadaran bahwa persatuan adalah modal dasar dalam bela negara. Kedua, mahasiswa mendapatkan pemahaman komprehensif dan kontekstual tentang bagaimana mereka dapat berperan sebagai 'pejuang di garis depan' pembangunan bangsa melalui bidang keahlian masing-masing.
Secara lebih spesifik, mahasiswa diajak untuk aktif membangun ketahanan di empat bidang strategis:
- Ketahanan Ideologi: Melalui karya tulis dan konten edukatif yang mempromosikan nilai Pancasila.
- Ketahanan Ekonomi: Dengan inovasi dan penelitian yang mendukung kemandirian ekonomi nasional.
- Ketahanan Sosial-Budaya: Melalui konten kreatif positif yang menjaga keragaman budaya Indonesia.
- Ketahanan Pertahanan-Keamanan: Dengan kesadaran akan ancaman cyber dan partisipasi dalam menjaga keamanan digital negara.
Model pembelajaran melalui kemah bakti ini sangat edukatif karena menggabungkan teori, praktik, dan refleksi dalam satu paket kegiatan. Universitas Hasanuddin berharap model ini dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lain di Indonesia, sehingga pendidikan bela negara menjadi lebih hidup, aplikatif, dan menyatu dengan dinamika kehidupan mahasiswa.
Sebagai inspirasi bagi guru dan pelajar di seluruh Indonesia, kegiatan seperti Kemah Bakti Mahasiswa Unhas menunjukkan bahwa pendidikan bela negara dapat dikemas secara kreatif dan menarik tanpa mengurangi esensi dan kedalaman materinya. Guru dapat mengadopsi prinsip 'klaster holistik' ini dalam merancang kegiatan ekstrakurikuler atau proyek pembelajaran di sekolah. Pelajar, termasuk siswa SMA, dapat mulai mempraktikkan cyber patriotism dengan menjadi penyebar informasi yang valid, kreator konten positif, dan peneliti muda yang peduli pada masalah bangsa. Mari bersama kita aktif berpartisipasi, karena bela negara adalah tugas mulia setiap generasi penerus bangsa.