Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengambil langkah strategis dalam membentuk karakter kebangsaan mahasiswa dengan menerapkan mata kuliah wajib bertajuk 'Kewarganegaraan dan Bela Negara' bagi seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Inisiatif ini bukan sekadar tambahan kurikulum, melainkan komitmen nyata perguruan tinggi untuk menginternalisasikan nilai-nilai cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara secara mendalam dalam ranah akademik. Program ini menandai era baru di mana pendidikan tinggi tidak hanya fokus pada keahlian teknis, tetapi juga pada pembangunan fondasi mental dan intelektual yang kuat untuk membela kedaulatan bangsa.
Membangun Konsep Kewarganegaraan yang Utuh dan Aplikatif
Tujuan utama dari kuliah wajib ini adalah memberikan landasan yang komprehensif tentang makna menjadi warga negara Indonesia. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori-teori kenegaraan secara pasif, tetapi diajak untuk merenungkan dan mengidentifikasi peran strategis mereka sebagai intelektual muda. Konsep bela negara dalam konteks ini diperluas mencakup berbagai bidang keahlian, menunjukkan bahwa membela negara dapat dilakukan melalui kontribusi di bidang ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan teknologi. Dengan demikian, program ini bertujuan untuk:
- Memahami hak, kewajiban, dan partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang aplikatif dalam konteks kekinian.
- Mengembangkan kemampuan untuk menganalisis isu-isu kebangsaan dan merumuskan solusi yang konstruktif.
- Mempersiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa.
Metode Pembelajaran yang Dinamis dan Berbasis Kontribusi Nyata
Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, Unhas merancang metode perkuliahan yang dinamis dan melibatkan. Perkuliahan tidak akan berlangsung satu arah, tetapi akan mengkombinasikan berbagai pendekatan untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa. Rencana pembelajarannya dirancang secara sistematis untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan aplikasi nilai-nilai yang dipelajari. Struktur pembelajarannya meliputi:
- Kuliah Umum dari Pakar: Mendatangkan pakar hukum tata negara dan praktisi di bidang pertahanan dan keamanan untuk memberikan perspektif teoretis dan praktis.
- Analisis Studi Kasus: Mendorong mahasiswa menganalisis kasus-kasus aktual terkait ketahanan nasional, kedaulatan, dan wawasan nusantara.
- Proyek Pengabdian Masyarakat: Mengimplementasikan pemahaman melalui proyek nyata berbasis isu kebangsaan, seperti edukasi literasi digital, pelestarian budaya, atau pemberdayaan ekonomi lokal.
Melalui kombinasi ini, diharapkan terbangun pola pikir kritis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada solusi. Mahasiswa akan dilatih untuk tidak hanya melihat masalah, tetapi juga aktif mencari peran mereka dalam memberikan kontribusi. Manfaat jangka panjangnya adalah terciptanya lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membela negara dengan cara-cara yang modern, cerdas, dan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.
Langkah Unhas ini patut menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi seluruh insan pendidikan di Indonesia. Bagi guru dan pelajar di tingkat sekolah menengah, ini adalah sinyal kuat tentang pentingnya internalisasi nilai bela negara sejak dini. Guru dapat mulai mengintegrasikan konsep-konsep kewarganegaraan yang aplikatif dalam pembelajaran, sementara pelajar dapat mulai membangun kesadaran bahwa kontribusi mereka untuk negeri dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar, seperti disiplin belajar, menghargai perbedaan, dan aktif dalam kegiatan positif. Mari kita dukung dan tiru semangat ini untuk bersama-sama mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air.