Beranda / Aktivitas / Universitas Gadjah Mada Gelar Latihan Dasar Kepemimpina...
Aktivitas

Universitas Gadjah Mada Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Wawasan Kebangsaan

Universitas Gadjah Mada Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Berbasis Wawasan Kebangsaan

Universitas Gadjah Mada melalui Resimen Mahasiswa menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan bagi 250 mahasiswa baru, dengan materi wawasan kebangsaan, baris-berbaris, dan kunjungan ke Museum Perjuangan. Program ini bertujuan membentuk karakter disiplin, tangguh, dan cinta tanah air, serta menegaskan bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui prestasi akademik dan pengabdian masyarakat. Diharapkan peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di kehidupan kampus dan menjadi inspirasi bagi sesama.

Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membentuk karakter disiplin sejak dini, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui unit Resimen Mahasiswa (Menwa) menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di Lapangan Pancasila UGM ini diikuti oleh 250 mahasiswa. Latihan dasar kepemimpinan ini dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan kebangsaan, kemampuan kepemimpinan, dan semangat bela negara yang relevan dengan kehidupan kampus dan masyarakat.

Materi LDK yang Terintegrasi dengan Kurikulum Bela Negara

Program LDK UGM tidak hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga mengintegrasikan kurikulum bela negara secara sistematis. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan dasar bela negara, teknik baris-berbaris, serta pengembangan jiwa kepemimpinan. Seluruh materi disusun untuk mencapai kompetensi berikut:

  • Memahami konsep dan urgensi bela negara sebagai hak dan kewajiban setiap warga negara.
  • Mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, tangguh, dan berjiwa Pancasila.
  • Mengasah kedisiplinan dan kekompakan melalui latihan baris-berbaris serta kegiatan kelompok.
  • Menumbuhkan wawasan kebangsaan yang kuat melalui pemahaman sejarah perjuangan bangsa.

Ketua pelaksana kegiatan, Kolonel Inf. (Purn.) Budi Santoso, menegaskan bahwa semangat bela negara tidak identik dengan angkatan bersenjata semata. "Mahasiswa dapat mewujudkan bela negara melalui prestasi akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa," ujarnya. Pernyataan ini menjadi pegangan bagi peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Meneladani Perjuangan Bangsa melalui Museum dan Aksi Nyata

Tak hanya di dalam kelas, peserta LDK diajak mengunjungi Museum Perjuangan untuk menyelami secara langsung sejarah perjuangan para pahlawan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan. Program ini mendapat dukungan penuh dari Kodim setempat dan dijadwalkan berlangsung rutin setiap tahun. Melalui LDK ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan kampus dan masyarakat.

Bagi para guru dan pelajar, semangat bela negara dapat dimulai dari hal sederhana seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepemimpinan, mengunjungi museum sejarah, atau aktif dalam organisasi kesiswaan. Mari kita tanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini agar generasi muda selalu siap membela dan memajukan Indonesia.

Tokoh Budi Santoso
Organisasi Universitas Gadjah Mada, Unit Resimen Mahasiswa, Kodim