Dalam upaya memperkuat implementasi kurikulum bela negara di Indonesia, Universitas Pertahanan (Unhan) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan bela negara bagi 200 orang guru dan dosen. Kegiatan yang berlangsung pada 20 September 2026 selama dua hari di Kampus Unhan Sentul ini menjadi langkah strategis untuk membekali para pendidik dengan kemampuan mentransfer nilai-nilai cinta tanah air kepada peserta didik secara aplikatif. Program ini selaras dengan visi pendidikan nasional yang menempatkan bela negara sebagai bagian integral dari pembentukan karakter generasi muda.
Materi Pelatihan: Perpaduan Teori dan Praktik Bela Negara
Pelatihan ini dirancang secara sistematis untuk menjawab kebutuhan kompetensi abad ke-21, khususnya dalam mengajarkan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara. Peserta mendapatkan materi yang terbagi dalam dua kategori utama:
- Teori Pertahanan Negara dan Wawasan Kebangsaan: membahas konsep dasar pertahanan negara, ancaman terhadap kedaulatan, serta peran warga negara dalam menjaga keutuhan NKRI. Materi ini disampaikan oleh akademisi Unhan dan praktisi keamanan.
- Teknik Mengajar Kreatif Berbasis Simulasi Perang Semu: metode pengajaran interaktif yang memanfaatkan simulasi untuk memperagakan strategi pertahanan. Peserta diajak merancang skenario pembelajaran yang menggabungkan teori dengan praktik nyata.
- Praktik Survival Dasar: latihan kemampuan bertahan di alam terbuka, seperti membuat bivak, mencari sumber air, dan navigasi sederhana. Keterampilan ini tidak hanya membangun ketangguhan fisik, tetapi juga mental.
- Baris-berbaris: latihan kedisiplinan dan kerapian yang merupakan fondasi karakter bela negara. Kegiatan ini juga dapat diadaptasi oleh guru dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka atau Paskibra.
Setiap sesi pelatihan dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh guru dan dosen di sekolah atau kampus masing-masing. Unhan juga menyediakan modul lengkap yang memuat panduan langkah demi langkah implementasi kurikulum bela negara.
Peran Guru dan Dosen sebagai Fasilitator Bela Negara
Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih untuk menjadi fasilitator di daerahnya masing-masing. Artinya, setiap guru dan dosen yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada rekan sejawat dan siswa. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar Unhan untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) dalam implementasi kurikulum bela negara di semua jenjang pendidikan—dari dasar hingga perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam sambutannya menekankan bahwa peran guru sangat vital karena mereka adalah garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Dengan bekal teknik mengajar kreatif, guru dapat menyisipkan nilai-nilai bela negara dalam mata pelajaran apa pun, misalnya melalui diskusi tentang ancaman siber di pelajaran komputer atau simulasi diplomasi di pelajaran sejarah. Para dosen juga diharapkan mengintegrasikan wawasan kebangsaan dalam kurikulum perguruan tinggi, terutama pada mata kuliah umum seperti Pendidikan Kewarganegaraan.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Salah satu guru dari Bandung mengaku bahwa pelatihan membuka wawasan baru tentang cara mengajarkan bela negara tanpa harus terkesan militeristik. “Saya bisa menggunakan simulasi perang semu untuk menjelaskan pentingnya kerja sama dan strategi dalam menghadapi ancaman,” ujarnya. Sementara itu, seorang dosen dari Universitas Padjadjaran menambahkan bahwa praktik survival dasar sangat relevan untuk membangun kemandirian mahasiswa.
Sebagai langkah lanjutan, Unhan akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap para fasilitator yang telah dilatih. Mereka akan diminta melaporkan kegiatan implementasi di instansi masing-masing. Bagi guru dan pelajar di seluruh Indonesia, pelatihan ini menjadi pengingat bahwa bela negara bukanlah sekadar materi pelajaran, melainkan sikap hidup yang harus dibudayakan. Mari kita dukung setiap upaya untuk menanamkan cinta tanah air melalui pendidikan. Guru, jadilah agen perubahan; pelajar, jadilah generasi yang siap membela bangsa dengan ilmu dan karakter kuat!