Universitas Pertahanan (Unhan) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter kebangsaan generasi muda melalui penyelenggaraan Workshop Bela Negara bagi seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kegiatan bertajuk 'Bela Negara untuk Generasi Muda' ini berlangsung selama tiga hari di kampus Unhan Sentul, dan dirancang sebagai bagian integral dari mata kuliah wajib Pendidikan Bela Negara. Program ini tidak hanya sekadar orientasi kampus, melainkan fondasi awal untuk menanamkan kesadaran bela negara, cinta tanah air, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Dalam konteks kurikulum kebangsaan, workshop ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai sishankamrata ke dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Membangun Kesadaran Bela Negara Melalui Pembelajaran Sistematis
Materi workshop mencakup tiga pilar utama yang saling melengkapi: wawasan kebangsaan, keterampilan dasar kepemimpinan, dan simulasi pertahanan sipil. Pendekatan ini sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dari Workshop Bela Negara – yakni membentuk mental dan fisik mahasiswa agar tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Para peserta diajak untuk memahami secara mendalam konsep sishankamrata (sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta) serta peran strategis mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Melalui sesi interaktif, mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik baris-berbaris dan pengenalan alutsista ringan, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih konkret dan membekas.
Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran dalam Workshop Bela Negara
Agar pelaksanaan workshop ini selaras dengan kurikulum Pendidikan Bela Negara, Unhan merumuskan sejumlah tujuan pembelajaran yang terukur. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi sasaran kegiatan:
- Menanamkan wawasan kebangsaan: Mahasiswa mampu menjelaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai dasar kesadaran bela negara.
- Mengembangkan keterampilan kepemimpinan: Melalui simulasi dan diskusi kelompok, peserta belajar mengambil keputusan, bekerja sama, dan mengelola konflik dalam situasi kebencanaan atau pertahanan sipil.
- Memahami peran mahasiswa dalam sishankamrata: Peserta dapat mengidentifikasi kontribusi konkret yang bisa dilakukan sebagai agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
- Melatih kedisiplinan dan ketahanan fisik: Praktik baris-berbaris dan pengenalan alutsista ringan mendorong mahasiswa untuk memiliki sikap mental yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Para Mahasiswa Baru yang mengikuti workshop ini mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkuat rasa cinta tanah air, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas antarsesama. Hal ini membuktikan bahwa metode pembelajaran langsung dengan pendekatan bela negara mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.
Ajak Guru dan Pelajar Aktif Berpartisipasi
Bagi para guru dan pelajar di seluruh Indonesia, program Workshop Bela Negara seperti yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan ini memberikan inspirasi bahwa bela negara bukan hanya materi di kelas, melainkan praktik nyata yang membentuk karakter. Mari kita dukung implementasi kurikulum bela negara di setiap jenjang pendidikan, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan hingga simulasi sederhana di sekolah. Dengan demikian, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi pribadi yang cinta tanah air, siap membela negara, dan mampu menghadapi dinamika zaman. Untuk Negeri kita, mari bersama mengawal semangat bela negara!