UPN Veteran Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Bela Negara dengan menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) dan Seminar Bela Negara bagi para dosen pengajar. Mengusung tema 'Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Bela Negara dalam Membangun Karakter dan Ketangguhan Bangsa', kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran dosen sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada mahasiswa. Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 ini menegaskan bahwa bela negara adalah tindakan nyata, bukan sekadar slogan belaka.
Mengapa Dosen Menjadi Garda Terdepan Bela Negara?
Dalam sistem pendidikan nasional, dosen memiliki posisi strategis sebagai agen transformasi nilai. Melalui program ini, UPN Veteran Yogyakarta mengajak para pendidik untuk tidak hanya mengajar materi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila dan semangat bela negara. Materi yang disampaikan oleh pakar seperti Prof. Ermaya Suradinata dari BPIP RI menekankan pentingnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus. Berikut adalah tujuan utama dari program Training of Trainer ini:
- Memperkuat wawasan dosen tentang nilai-nilai Pancasila dan Bela Negara secara mendalam dan kontekstual.
- Mengembangkan strategi mengajar yang integratif, sehingga nilai kebangsaan tidak diajarkan secara terpisah, melainkan menyatu dalam setiap mata kuliah.
- Mendorong dosen untuk menjadi fasilitator yang mampu menginspirasi mahasiswa dalam membangun karakter tangguh dan siap berkontribusi bagi bangsa.
- Menyusun evaluasi pembelajaran yang mengukur tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku kebangsaan mahasiswa.
Langkah Sistematis Membangun Karakter Bela Negara di Perguruan Tinggi
Program pembelajaran ini dirancang secara sistematis, dimulai dari penguatan wawasan melalui seminar, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mendalam tentang implementasi nilai Bela Negara, Pancasila, dan Kewarganegaraan dalam kurikulum. Para dosen diajak untuk merancang strategi mengajar yang kreatif dan relevan, serta mengevaluasi dampak pembelajaran terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Pendekatan ini memastikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa tidak hanya dihafal, tetapi dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaat dari kegiatan ini sangat nyata bagi dunia pendidikan. Dosen yang terlatiih mampu menjadi teladan dan penggerak semangat kebangsaan dengan cara yang relevan dan kreatif. Bagi mahasiswa, dampaknya adalah pembelajaran yang lebih hidup dan kontekstual, mendorong terbentuknya karakter tangguh, integritas tinggi, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi bangsa. Dengan demikian, UPN Veteran Yogyakarta memodelkan bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi episentrum penguatan ketahanan nasional melalui pendidikan.
Sebagai penutup, kami mengajak para guru dan pelajar di seluruh Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam program bela negara di lingkungan masing-masing. Mulailah dari hal kecil: pelajari nilai-nilai Pancasila, terapkan dalam keseharian, dan jadilah agen perubahan yang membela negara melalui ilmu, sikap, dan tindakan nyata. Bersama, kita bangun generasi yang tangguh dan cinta tanah air!