Jakarta – Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) mendorong pemerintah untuk memasukkan pendidikan wawasan kebangsaan ke dalam kurikulum nasional secara menyeluruh, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Usulan ini mengemuka dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Senin, 28 September 2026. Wantannas menilai bahwa pendidikan kebangsaan tidak boleh hanya terbatas pada mata pelajaran kewarganegaraan, melainkan harus terintegrasi secara holistik dalam budaya sekolah. Langkah ini strategis untuk membangun kesadaran pertahanan negara sejak dini serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap anak Indonesia tumbuh dengan pemahaman yang utuh tentang identitas bangsanya.
Rekomendasi Wantannas: Peta Materi, Pelatihan Guru, dan Penguatan Peran Keluarga
Rapat koordinasi yang digagas oleh Wantannas menghasilkan tiga rekomendasi utama yang menjadi pilar implementasi pendidikan wawasan kebangsaan di semua jenjang pendidikan. Ketiga rekomendasi ini saling terkait dan bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif bagi internalisasi nilai-nilai bela negara. Berikut rincian lengkapnya:
- Penyusunan peta materi wawasan kebangsaan sesuai jenjang pendidikan. Untuk PAUD, materi difokuskan pada pengenalan simbol negara, lagu nasional, dan kebiasaan hidup rukun. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, materi dikembangkan secara bertahap mencakup sejarah perjuangan bangsa, konstitusi, serta hak dan kewajiban warga negara. Sementara di perguruan tinggi, materi diperluas pada pemikiran kritis dan analisis kebijakan pertahanan negara. Peta materi ini penting agar pembelajaran berkesinambungan dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
- Pelatihan guru secara massal agar tenaga pendidik mampu menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dengan pendekatan kreatif dan kontekstual. Guru diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan semangat bela negara di lingkungan sekolah. Pelatihan ini juga bertujuan untuk membekali guru dengan metode pengajaran yang interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
- Penguatan peran keluarga dan media dalam literasi bela negara. Wantannas menekankan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan tidak bisa hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua dan media massa agar nilai-nilai tersebut tertanam kuat dalam keseharian peserta didik. Keluarga sebagai lingkungan pertama anak memiliki peran penting dalam mencontohkan sikap cinta tanah air, sedangkan media dapat menyebarkan konten positif yang memperkuat nasionalisme.
Dengan rekomendasi ini, Wantannas optimistis generasi muda Indonesia akan memiliki kesadaran pertahanan yang kuat sejak usia dini. Mereka yang memahami sejarah bangsa dan konstitusi akan lebih tahan terhadap hoaks serta paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Perguruan Tinggi: Ruang Kritis dan Kontribusi Nyata Mahasiswa
Pada jenjang perguruan tinggi, pendidikan wawasan kebangsaan diarahkan pada dua aspek utama, yakni pengembangan pemikiran kritis dan kontribusi nyata melalui program pengabdian masyarakat. Wantannas mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga mampu menganalisis kebijakan pertahanan dan memberikan solusi bagi tantangan kebangsaan. Beberapa bentuk implementasi yang direkomendasikan antara lain:
- Pengkajian dan diskusi mengenai isu-isu strategis pertahanan dan keamanan nasional.
- Program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penguatan nilai kebangsaan di komunitas.
Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan wawasan kebangsaannya secara langsung dan menjadi agen perubahan di masyarakat.
Dengan integrasi kurikulum yang sistematis, diharapkan setiap jenjang pendidikan mampu membentuk karakter pelajar yang cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi pertahanan negara. Guru dan pelajar memiliki peran penting dalam mewujudkan program ini. Mari dukung pendidikan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari upaya kolektif memperkuat ketahanan nasional. Mulai dari kelas, sekolah, hingga kampus, kita bersama membangun generasi yang berakar pada nilai Pancasila.