Beranda / Aktivitas / Kemendikbudristek Gandeng TNI AL Latih Paskibraka Sekol...
Aktivitas

Kemendikbudristek Gandeng TNI AL Latih Paskibraka Sekolah se-Jabodetabek

Kemendikbudristek Gandeng TNI AL Latih Paskibraka Sekolah se-Jabodetabek

Kemendikbudristek bersama TNI AL menyelenggarakan pelatihan Paskibraka sekolah se-Jabodetabek sebagai wujud implementasi kurikulum bela negara. Program ini dirancang untuk membangun karakter pelajar yang disiplin dan nasionalis melalui pengalaman langsung di lingkungan militer. Kolaborasi ini menjadi model efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan membentuk Profil Pelajar Pancasila yang tangguh.

Sebagai implementasi nyata pendidikan karakter dan kurikulum bela negara, Kemendikbudristek bersama TNI Angkatan Laut melaksanakan pelatihan intensif bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari sekolah-sekolah Jabodetabek. Program selama lima hari di Pusat Latihan Tempur Marinir Gunung Sari, Jakarta, ini merupakan kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan institusi pertahanan untuk membangun karakter pelajar yang disiplin, tangguh, dan memiliki kecintaan yang mendalam pada tanah air. Ini adalah contoh konkret bagaimana kurikulum bela negara dapat diinternalisasi melalui pengalaman langsung di lingkungan yang menantang dan inspiratif.

Merancang Pembelajaran Holistik: Dari Fisik Hingga Nilai Kebangsaan

Pelatihan ini dirancang sebagai proses pembelajaran holistik yang secara sistematis mengasah tiga ranah utama: fisik, mental, dan spiritual. Dibimbing langsung oleh instruktur TNI AL, program ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai inti bela negara yang relevan dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Melalui pelatihan yang terstruktur, para siswa Paskibraka tidak hanya menguasai keterampilan teknis baris-berbaris, tetapi juga mengalami proses transformasi karakter. Program ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat.

Materi pembelajaran dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan edukatif yang spesifik dan terukur, di antaranya:

  • Mengasah Kedisiplinan dan Ketangguhan: Latihan baris-berbaris dan tata upacara yang presisi melatih sikap disiplin, tanggung jawab individu, dan ketahanan fisik sebagai fondasi karakter.
  • Memperdalam Wawasan Kebangsaan: Melalui pembekalan sejarah perjuangan bangsa dan penghayatan makna simbol negara, peserta Paskibraka ditumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang otentik.
  • Memahami Bela Negara dalam Praktik: Peserta diajak memahami bahwa peran sebagai pengibar bendera adalah bentuk nyata bela negara bagi pelajar, yaitu dengan menjaga kehormatan dan menghormati simbol-simbol negara dengan penuh khidmat.

Internalisasi Nilai: Proses Transformasi dari Pengetahuan Menjadi Sikap Hidup

Keunggulan program kolaborasi dengan TNI AL ini terletak pada metodenya yang menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan transformatif. Berlatih di lingkungan militer yang penuh kedisiplinan memungkinkan peserta merasakan langsung penerapan nilai-nilai seperti ketertiban, komitmen, dan tanggung jawab kolektif. Proses ini efektif menjembatani kesenjangan antara pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan perilaku (psikomotorik), yang merupakan tujuan utama pendidikan karakter dan kurikulum bela negara. Mereka tidak hanya tahu teori tentang cinta tanah air, tetapi merasakan dan menghayatinya dalam setiap aktivitas pelatihan.

Manfaat jangka panjang dari proses internalisasi nilai ini sangat luas bagi perkembangan peserta didik, meliputi pembangunan karakter melalui nilai tanggung jawab, kerja sama tim, dan kepemimpinan yang menjadi bekal dalam kehidupan akademik dan sosial. Selain itu, penguatan identitas nasional sebagai bagian dari bangsa Indonesia diperkuat melalui penghayatan mendalam terhadap makna pengibaran bendera Merah Putih. Program ini menunjukkan bahwa pendidikan bela negara adalah investasi untuk membentuk warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam menjaga keutuhan NKRI.

Kolaborasi antara Kemendikbudristek dan TNI AL ini menjadi model yang patut dikembangkan dan diadaptasi dalam berbagai bentuk kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran di sekolah. Bagi para guru, program ini menginspirasi untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan pengalaman (experiential learning) dalam menanamkan nilai-nilai bela negara. Bagi para pelajar, pengalaman menjadi Paskibraka adalah pengingat bahwa kontribusi pada negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun penuh makna: disiplin dalam belajar, menghormati simbol negara, dan mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Mari kita jadikan semangat kedisiplinan dan nasionalisme dari program ini sebagai inspirasi untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang memperkuat karakter kebangsaan kita di sekolah dan lingkungan masyarakat.