Resimen Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) telah menyelenggarakan Latihan Dasar (Latdas) Kepemimpinan dan Bela Negara bagi mahasiswa angkatan baru pada awal Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan karakter dan kurikulum kebangsaan di perguruan tinggi, yang dirancang untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang memiliki fondasi kuat dalam nilai-nilai bela negara. Program ini menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab militer, melainkan tugas setiap warga negara, termasuk intelektual muda yang akan mengisi peran strategis di berbagai sektor.
Membangun Fondasi Karakter: Struktur dan Tujuan Latihan Dasar
Latihan Dasar Kepemimpinan dan Bela Negara oleh Resimen Mahasiswa Unpad dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang holistik. Program ini tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan fisik, tetapi lebih luas lagi, membangun kompetensi kepemimpinan, kedisiplinan, dan kesadaran geopolitik. Tujuan utamanya adalah menyiapkan mahasiswa sebagai komponen cadangan pertahanan negara yang tangguh dan berwawasan. Secara spesifik, tujuan pembelajaran kegiatan ini meliputi:
- Menanamkan pemahaman mendalam tentang wawasan nusantara dan geopolitik Indonesia.
- Mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan mengambil keputusan dalam tim.
- Membentuk karakter disiplin, ketangguhan mental, dan fisik melalui aktivitas terstruktur.
- Memahami peran serta praktis Resimen Mahasiswa dalam sistem pertahanan semesta (sishankamrata).
Pendekatan pembelajaran dalam latihan ini menggabungkan aspek kognitif (teori) dan psikomotorik (praktik), mencerminkan kurikulum bela negara yang ideal untuk pendidikan tinggi. Ini adalah contoh bagaimana Latihan Dasar dapat berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan.
Pilar Pembelajaran: Dari Teori Wawasan Nusantara Hingga Praktik Survival
Pelaksanaan Latihan Dasar dibagi dalam dua pilar utama yang saling melengkapi: pembelajaran teori dan aplikasi praktik. Pada ranah teori, peserta dibekali dengan materi fundamental yang menjadi tulang punggung kesadaran bela negara. Materi ini mencakup wawasan nusantara untuk memahami keutuhan NKRI, analisis geopolitik Indonesia, prinsip dasar kepemimpinan, serta posisi strategis Menwa dalam kerangka pertahanan negara. Pemahaman teori ini menjadi fondasi intelektual sebelum mahasiswa terjun ke lapangan.
Sementara itu, aspek praktik dirancang untuk menguji dan menginternalisasi teori yang telah dipelajari. Melalui serangkaian aktivitas, nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, dan ketahanan diuji secara langsung. Aktivitas praktik dalam program ini antara lain:
- Pelatihan baris-berbaris dan tata upacara untuk membentuk kedisiplinan dan rasa hormat.
- Navigasi darat dan survival dasar untuk melatih ketangguhan, ketelitian, dan kemampuan adaptasi di kondisi lapangan.
- Berbagai kegiatan fisik terukur untuk membangun stamina dan kesehatan, sebagai prasyarat ketahanan individu.
- Simulasi dan permainan peran yang memerlukan kerja sama tim dan penerapan prinsip kepemimpinan.
Integrasi antara pengetahuan dan aksi inilah yang membuat program Resimen Mahasiswa efektif dalam menanamkan semangat bela negara. Mahasiswa tidak hanya tahu, tetapi juga terampil dan siap secara mental.
Partisipasi dalam Resimen Mahasiswa dan program Latihan Dasar seperti ini memiliki manfaat jangka panjang yang melampaui masa perkuliahan. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa disiplin, jiwa kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial ke dalam kehidupan kampus, profesional, dan masyarakat luas. Program semacam ini adalah wadah strategis bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan semangat bela negara sesuai kapasitasnya sebagai intelektual—dengan cara berpikir kritis, bertindak disiplin, dan berjiwa patriotik.
Bagi para guru dan pelajar di semua jenjang, keberhasilan program ini menjadi inspirasi nyata. Nilai-nilai kepemimpinan dan bela negara dapat dan harus diintegrasikan dalam proses belajar-mengajar sehari-hari, baik melalui diskusi kelompok tentang geopolitik, kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan disiplin, maupun proyek sosial yang membangun rasa tanggung jawab terhadap sesama dan tanah air. Mari kita jadikan semangat ini sebagai bagian dari kurikulum hidup kita—mulai dari hal kecil di sekolah dan rumah, hingga kontribusi yang lebih besar untuk kejayaan Untuk Negeri.